Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Mei 2020 | 11.00 WIB

17 Siswa di Tiga SMAN Surabaya Lulus Cepat Dua Tahun

Sejumlah siswa membaca buku pelajaran jelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 40 Jakarta Utara, Minggu (1/4). (Adi Ibrahim/JawaPos) - Image

Sejumlah siswa membaca buku pelajaran jelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 40 Jakarta Utara, Minggu (1/4). (Adi Ibrahim/JawaPos)

JawaPos.com - Pengumuman kelulusan SMA sudah diputuskan 2 Mei lalu. Mayoritas siswa di SMA Surabaya dinyatakan lulus. Yang menarik, tahun ini di antara ribuan siswa yang lulus tersebut, 17 siswa di tiga SMAN dinyatakan lulus dengan pendidikan lebih singkat. Mereka lulus SMA dalam waktu dua tahun.

Siswa yang lulus lebih cepat itu adalah tiga siswa SMAN 5, lima siswa SMAN 15, dan sembilan siswa SMAN 2. Sebanyak 17 siswa tersebut bisa lulus set set wet karena mereka menempuh sistem kredit semester (SKS).

Di Surabaya, SKS tersebut sudah berlangsung tiga tahun ini. Yang pertama menyelenggarakan SKS adalah SMAN 2. Tahun ini sudah ada dua angkatan yang lulus dengan sistem itu. Tim Koordinator SKS SMAN 2 Hirman Pratikno menyatakan bahwa tahun ini SMAN 2 meluluskan sembilan siswa. Seluruhnya berasal dari program studi MIPA.

”Dari sembilan siswa itu, empat dinyatakan lolos seleksi SNMPTN tahun ini,” katanya. Tiga siswa diterima di Fakultas Kedokteran Unair dan Universitas Indonesia (UI). Sementara itu, satu siswa diterima di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. ”Sekitar 40 persennya lolos SNMPTN,” ucapnya.

Di SMAN 2, siswa yang lulus dua tahun tersebut disebut SKS kelompok belajar cepat (KBC). ”Mereka bisa lulus lebih dini karena berhasil menyelesaikan unit kegiatan belajar mandiri (UKBM), tugas, dan tes formatif dengan cepat,” ujarnya.

Kepala SMAN 15 Johanes Mardijono juga menyatakan hal serupa. Kuncinya adalah ketekunan siswa dan keuletan guru pembimbing untuk menjadi kunci program SKS bisa berjalan dengan baik. Sebab, program itu mengedepankan semangat siswa dan kedisiplinan. ”Misalnya, pada tahun pertama siswa bisa cepat. Tapi, tahun berikutnya lambat dan kembali pada rutinitas belajar normal, ya sulit,” ucapnya. Mereka akan kembali dalam program belajar tiga tahun.

Tahun ini SMAN 15 baru pertama meluluskan siswa dengan masa belajar dua tahun tersebut. Ada lima siswa yang dinyatakan lulus. Di antara jumlah itu, dua siswa diterima jalur SNMPTN di perguruan tinggi. ”Sebenarnya ada satu siswa lain yang potensi diterima SNMPTN tinggi. Tapi, siswa tersebut tidak ikut mendaftar,” terangnya.

SMAN 5 juga baru kali pertama meluluskan siswa belajar dua tahun melalui SKS. Ada tiga siswa yang lulus. ”Ketiganya juga diterima di perguruan tinggi lewat SNMPTN,” terang Wakil Kepala SMAN 5 Bagian Kurikulum Damari.

Ketiganya lulus dini karena telah menyelesaikan UKBM dengan cepat. Dalam program SKS, siswa harus menyelesaikan setiap UKBM. Mereka yang cepat akan melanjutkan UKBM lanjutan.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=FlO5l8d3_cY

https://www.youtube.com/watch?v=2yAFBwUHwt0

https://www.youtube.com/watch?v=Qe7qEHeGgZ0

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore