
TIDAK BERJUALAN: Warga melintas di depan Pasar Asem Payung di Jalan Gebang Putih. Mulai kemarin, pasar itu ditutup selama dua pekan. (Robertus Risky/Jawa Pos)
JawaPos.com – Pasar tradisional kembali ditutup. Penutupan tersebut dilakukan setelah ada pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kini giliran Pasar Asem Payung di Jalan Gebang Putih, Kelurahan Gebang Putih, Sukolilo, yang disegel petugas satpol PP Rabu (6/5). Selama dua pekan operasional pasar tersebut dihentikan.
Keputusan itu diambil setelah seorang pedagang terkonfirmasi positif Covid-19. Jadi, perlu langkah pencegahan agar tidak timbul penularan yang lebih banyak.
Camat Sukolilo Amalia Kurniawati mengatakan, penutupan tersebut dilakukan setelah berkoordinasi dengan pengurus warga dan tiga pilar kecamatan serta kelurahan. Mereka memutuskan pasar tidak beroperasi dulu. ’’Pasar sementara waktu berhenti dulu sampai 20 Mei mendatang. Setelah itu, jika dirasa sudah aman, bisa dibuka lagi,’’ katanya.
Pedagang yang terpapar merupakan penjual sayur. Belum diketahui asal penularan itu. Yang pasti, orang tersebut merupakan orang tanpa gejala (OTG). Hasil positif itu diketahui setelah menjalani tes swab.
Sebelum ditutup, sosialisasi dilakukan kepada semua pedagang sekaligus mengumumkan dan memberikan surat pemberitahuan. Petugas juga mencatat identitas pedagang. Jika ada penularan, bisa terlacak dengan mudah asal sumber penularan. ’’Kami catat semua siapa saja pedagang di sana yang berjumlah 200 orang,’’ ucap Amalia.
Untuk jaminan selama menjalani karantina, bantuan permakanan juga diberikan kepada pedagang dan keluarga yang positif. Mereka tinggal di kawasan Kecamatan Sukolilo. Dengan begitu, mereka tidak perlu keluar. ’’Harapannya, penularan bisa dihentikan,’’ ucapnya.
Dengan kejadian itu, Amalia menegaskan bahwa pengawasan di pasar lain pun semakin diperketat. Mulai protokol kesehatan untuk orang yang berbelanja sampai pedagang. ’’Sebelumnya, protokol itu memang sudah kami jalankan. Namun akan kami tingkatkan lagi,’’ katanya.
Pengawasan itu salah satunya meningkatkan patroli ke pasar-pasar. Memastikan mereka minimal harus menggunakan masker. Kemudian, melakukan penyemprotan saat operasional pasar sudah rampung.
Dia menambahkan, sebelumnya pihaknya memaksimalkan pencegahan di pasar. Masker pun sudah dibagikan ke semua pedagang. ’’Kami rutin kunjungan ke pasar, lalu memberikan sosialisasi kepada mereka untuk taat protokol kesehatan. Pedagang atau pembeli yang merasa sakit jangan bepergian dulu,’’ jelasnya.
Dia berharap warga yang biasa berbelanja di pasar tidak khawatir berlebihan. Semua bisa tenang dan menjaga jangan sampai imun tubuh turun. ’’Kami berharap warga bisa menjaga kesehatan dengan mengonsumsi vitamin dan makanan bergizi,’’ paparnya.
Jika ada yang sakit, pihaknya meminta segera lapor ke fasilitas kesehatan terdekat. ’’Jangan sampai berbohong atas sakit yang diderita sehingga merugikan orang lain,’’ paparnya.
Dia meminta OTG tersebut tidak dikucilkan tetangga. Sebab, hal itu akan memengaruhi kondisi psikologis pasien. ’’Dalam situasi seperti ini, pihaknya ingin warga tetap bisa guyub dan gotong royong,’’ ungkapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
