
SOSOK PANUTAN: Uskup Surabaya Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RS Katolik RKZ Surabaya.
JawaPos.com - Kabar duka menghampiri umat Katolik di Surabaya. Uskup Surabaya Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono berpulang setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Katolik St. Vincentius A. Paulo (RKZ) Surabaya.
Vikaris Pastoral Keuskupan Surabaya Agustinus Tri Budi Utomo atau akrab dikenal sebagai Romo Didik mengatakan, setelah menjalani perawatan di ruang ICU, kesehatan Vincentius semakin turun. Hingga pada pukul 10.29, pria yang menjabat uskup Surabaya sejak 2007 itu dinyatakan meninggal dunia.
”Setelah para romo dan suster selesai berdoa, uskup meninggal dunia,” lanjut Romo Didik saat ditemui di Pusat Pastoral Keuskupan Surabaya, Jalan Mojopahit No 17.
Vincentius meninggal di usia 69 tahun. Jenazahnya disemayamkan di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Surabaya. Warga yang hendak menyampaikan rasa dukanya dapat mengikuti misa rekuiem atau misa arwah yang dihelat hari ini.
”Besok pagi (hari ini, Red) akan kembali dilaksanakan misa rekuiem dan pada pukul 18.00 WIB sekaligus penutupan peti,” ujar Romo Didik.
Rencananya, jenazah Vincentius akan dimakamkan di pemakaman para romo atau Mausoleum Pieta di Pohsarang, Kabupaten Kediri, pada Sabtu (12/8). ”Jenazah diberangkatkan sekitar pukul 11.00 WIB setelah terlebih dahulu dilakukan misa dan upacara pemberangkatan jenazah,” terang Romo Didik.
Menurut Romo Didik, Vincentius dikenal sebagai sosok yang memiliki jiwa sosial tinggi. Bahkan sebelum meninggal, Vincentius sempat mengkhawatirkan anak-anak yang selama ini berada dalam naungannya.
”Beliau kepikiran bagaimana nasib anak-anaknya nanti saat beliau tiada. Karena banyak anak yang menggantungkan hidup dan pendidikannya kepada beliau,” ucap wakil uskup Surabaya itu.
Vincentius punya mimpi yang belum sepenuhnya terwujud. Dia ingin Universitas Widya Mandala memiliki jurusan teologi. Selain itu, dia ingin membangun sebuah cottage untuk rehab. ”Satu cottage satu keluarga, kemudian ada pembinaan rohani secara khusus berbasis kekeluargaan,” jelas Romo Didik.
Wakil Uskup atau Vikaris Jenderal Gereja Katedral Surabaya Romo Eko Budi Susilo mengenang mendiang Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono sebagai pribadi yang murah hati dan punya semangat tinggi.
Beliau meninggalkan kebaikan yang patut diteladani. Misalnya, mengajarkan hal-hal baik dan positif langsung melalui tindakan, bukan hanya perkataan. ’’Apa yang dikatakan juga dilakukan dalam hidupnya. Beliau mencontohkan lewat tindakan,’’ ungkapnya.
Salah satu kebaikannya bisa dilihat dari beberapa anak yang dia sekolahkan sejak SD hingga jenjang perkuliahan. Dalam memimpin keuskupan, dia juga berdedikasi tinggi. Terkadang Vincentius membagi tugas keuskupan kepada orang-orang sesuai dengan tugasnya. (fur/hay/c6/aph)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
