
GANGGU PEMANDANGAN: Seorang warga melintas di atas Sungai Kalisari Damen yang kotor, Rabu (20/11). (Robertus Risky/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemandangan tak sedap di mata menyambut warga yang melintas di sisi atau atas Sungai Kalisari Damen. Sampah terlihat menumpuk di aliran sungai tersebut. Belum lagi bau menyengat dari limbah rumah tangga yang turut mengganggu orang yang melintasinya. Langkah dinas kebersihan dan ruang terbuka hijau (DKRTH) yang rutin membersihkan aliran tersebut tiap hari terbukti belum ampuh melenyapkan tumpukan sampah.
Kabid Kebersihan DKRTH Surabaya Arif Rusman menyatakan, setiap hari pihaknya menerjunkan tim untuk membersihkan sungai di wilayah Kecamatan Mulyorejo tersebut. Anggota tim mengatakan selalu kewalahan untuk membersihkan sungai tersebut. Alasannya, pembersihan tak diikuti dengan kesadaran warga di aliran sungai untuk membuang sampah di tempat semestinya.
’’Kami selalu bersihkan. Tapi, itu limbah rumah tangga. Seharusnya warga juga membantu kami untuk menjaga lingkungan sungai,’’ ucap Arif.
Tim DKRTH kerap membersihkan alirannya pada pagi. Namun, menjelang siang, kembali muncul sampah di aliran sungai. Hal itu terjadi seiring dengan aktivitas warga di aliran sungai.
Sampai saat ini, menurut Arief, kesadaran warga untuk menjaga kebersihan aliran sungai memang masih rendah. Karena itu, pemandangan tersebut seakan menjadi hal wajar. ’’Kami akan bersihkan sesuai dengan tugas pokok kami. Harapan besar kami, masyarakat membantu,’’ jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Mulyorejo Deddy Sjahrial Kusuma menambahkan, Kecamatan Mulyorejo yang berwenang menjaga kebersihan di lingkungannya juga mempunyai tim kebersihan. Yakni, tim resik. Tim yang dibentuk pihak kecamatan itu berfungsi menjaga kebersihan sungai-sungai kecil di area Mulyorejo.
Meski begitu, kata Deddy, tidak setiap hari dilakukan pembersihan. Selain personel terbatas, luas wilayah Mulyorejo menjadi kendala. Tiap aliran sungai harus dijadwalkan bergiliran. ’’Setiap Rabu tim resik membantu membersihkannya. Apalagi saat hujan turun,’’ imbuhnya.
Berdasar pantauan Jawa Pos, sampah dari berbagai jenis bahan menumpuk di bawah jembatan penyeberangan yang menghubungkan Tegal Mulyorejo Baru dengan Jalan Wisma Permai Tengah II. Fadhil, pengendara sepeda yang melintasi jembatan tersebut, tampak menutup hidungnya. Mahasiswa ITS jurusan arsitektur itu mengaku cukup terganggu dengan bau sampah yang memenuhi aliran sungai. ’’Baunya menyengat kalau siang begini. Tapi, masyarakatnya juga yang seharusnya tidak buang sampah di sungai. Jadinya numpuk gitu,’’ ujar mahasiswa asal Sragen, Jawa Tengah, itu.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
