
PERAYAAN NASIONAL: Para model memperagakan gaun dengan inspirasi batik karya desainer Diah Gardenia di Terminal 2 Bandar Udara Internasional Juanda kemarin. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Perayaan Hari Batik yang jatuh kemarin (2/10) semarak terlihat di sudut-sudut Kota Surabaya. Kantor-kantor, tempat pelayanan publik, dan sekolah-sekolah menandainya dengan mengenakan baju batik.
Di ruang tunggu Terminal 2 Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, perayaannya bikin kaget masyarakat yang menanti terbang atau sedang menjemput. Di sana dihelat fashion show dengan tema batik. Masyarakat di sana pun tidak menyia-nyiakan waktu. Mereka segera mengabadikan para model yang sedang berlenggak-lenggok.
Misalnya, yang dilakukan Narita Dwiningrum. Perempuan berusia 27 tahun tersebut mengaku tak menyangka ada fashion show di Bandara Juanda. Kagetnya dobel. Pasalnya, dia juga baru sadar bahwa kemarin adalah Hari Batik Nasional. ’’Pantesan, semua pegawai di bandara menggunakan pakaian batik. Mulai office boy, petugas keamanan, pramugari, hingga bagian tiketing,’’ kata warga Taman Wonocolo, Sidoarjo, itu, lantas tertawa.
Photo
Model saat memperagakan gaun dengan inspirasi batik karya desainer Diah Gardenia di Terminal 2
Bandar Udara Internasional Juanda kemarin. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
Communication and Legal Manager Bandara Juanda Yuristo Adhi menjelaskan, berbagai kegiatan diselenggarakan pihaknya dalam menyambut Hari Batik Di antaranya, fashion show dan membatik bersama penumpang. ’’Perlengkapan untuk membatik sudah kami siapkan, termasuk pembimbingan. Ada batik tulis dan lukis. Jadi, penumpang tinggal memilih saja mau membuat batik yang mana,’’ kata Yuris.
Perayaan Hari Batik Nasional sudah dua kali diadakan Bandara Juanda. Dengan acara tersebut, dia berharap pakaian batik lebih disukai masyarakat.
Busana batik yang dipamerkan kala itu merupakan hasil karya desainer Diah Gardenia dari Art Batik Community. ’’Batiknya bertema alam. Motifnya terinspirasi dari tumbuh-tumbuhan, binatang, dan bunga,’’ kata Diah. Motif-motif tersebut dibuatnya untuk mempromosikan keindahan daerah Indonesia bagian timur. Salah satunya, Papua.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
