
BOLONG-BOLONG: Kondisi rumput sintetis lapangan futsal di kompleks lapangan sepak bola Colombo kemarin. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com – Berbagai fasilitas pendukung di lapangan sepak bola Colombo, Kelurahan Perak Barat, Krembangan, terlihat tidak terawat. Selain rumput lapangan yang rusak, toilet umum tidak berfungsi. Airnya mati. Padahal, lapangan itu sering digunakan warga maupun siswa sekolah.
Purnomo, warga Perak Barat, mengatakan, beberapa fasilitas di lapangan tersebut sudah lama rusak. Dia berharap pemkot bisa melibatkan masyarakat setempat untuk menghidupkan area olahraga tersebut. ”Pemkot harusnya melibatkan warga untuk merawat dan dibayar,” harapnya.
Dia mengatakan, toilet umum di lapangan sepak bola Colombo itu juga baru direnovasi sekitar tiga tahun lalu. Meski demikian, dua toilet umum di sisi selatan dan utara lapangan tersebut sudah tidak berfungsi. Pintu-pintu toilet patah dan airnya tidak mengalir. ”Gimana kalau ada yang main bola, terus kebelet. Padahal, lapangan selalu dipakai warga. Terutama anak-anak sekolah,” jelasnya.
Lurah Perak Barat Buyung Hidayat menjelaskan, pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya untuk merawat lapangan itu. Salah satunya, rutin melakukan kerja bakti di sana dengan melibatkan warga setempat. Hanya, untuk perawatan rumput lapangan setiap hari, pengelola masih merasa kesulitan. ”Orang yang merawat sudah ada. Tapi, airnya susah,” katanya.
Menurut Buyung, pihak kelurahan dan warga setempat kini juga mulai melakukan penataan kembali. Mereka berencana membuat sumur di sekitar lapangan. Fungsinya, menyirami rumput lapangan dan taman yang hendak dibangun DKRTH.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya Edi Santoso menjelaskan, perawatan lapangan olahraga tersebut memang merupakan tanggung jawab instansinya. ”Namun, perawatan itu juga bisa dilakukan warga,” katanya. Alasannya, perbaikan lapangan tersebut dulu diusulkan warga melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).
Artinya, jika diusulkan, lalu dibangun, warga juga bisa ikut aktif melakukan perawatan-perawatan ringan. Misalnya, memotong rumput dan menyiram rumput tanaman. Hanya, Edi mengaku sulitnya air masih menjadi kendala perawatan rumput lapangan.
Edi juga mengaku sudah berkoordinasi dengan warga soal pembangunan sumur di sekitar lapangan itu. Ada empat sumur yang bakal dibikin. ”Sebab, selama ini masalah kami memang di air,” ucapnya. Edi juga berjanji pembuatan sumur tersebut diselesaikan secepatnya. Pada akhir September, sumur itu sudah bisa digunakan.
Namun, untuk perbaikan toilet umum, Edi mengaku itu bukan wewenang instansinya. Alasannya, toilet itu tidak dibangun oleh dispora. Dia mengaku tidak berani membongkar dan memperbaiki toilet tersebut. ”Selama di dispora sembilan tahun, saya nggak bangun. Sepertinya bantuan dari provinsi itu dulu,” jelasnya.
Jika sumur sudah jadi, Edi mempersilakan warga yang hendak memanfaatkan air untuk kebutuhan toilet. Sementara itu, untuk sejumlah rumput sintetis di lapangan futsal yang rusak, Edi berjanji menggantinya pada anggaran 2020 mendatang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
