
RICUH: Rapat PDI Perjuangan sempat diwarnai kericuhan dan sejumlah wartawan tidak diperbolehkan masuk ke kantor DPD PDI Perjuangan di Kendangsari kemarin. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
JawaPos.com - Polemik pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya tidak dibiarkan berlarut-larut. Sepekan setelah konferensi cabang (konfercab), DPD PDI Perjuangan Jatim kembali mengundang pengurus anak cabang (PAC) partai tersebut untuk konsolidasi. Mereka menegaskan soal Peraturan Partai Nomor 28/2019 tentang konsolidasi PDI perjuangan melalui pembentukan DPC dan DPD dalam rangka kongres V partai tersebut.
Meski agenda utamanya adalah sosialisasi peraturan tersebut, nama Whisnu Sakti Buana kembali disuarakan PAC yang hadir di kantor DPD tersebut. Bahkan, simpatisan PDIP di halaman kantor itu langsung menyambut pengurus PAC. Mereka mengelu-elukan nama Whisnu. ”Suroboyo tetep WS,” ujar mereka nyaris bersama-sama seolah meneriakkan yel-yel. WS yang dimaksud tentu saja inisial nama Whisnu Sakti.
Pengurus PAC yang keluar dari ruang rapat tersebut tidak berani berbicara secara terbuka. Sebab, ada kesepakatan rapat konsolidasi itu tertutup. Namun, sejumlah pengurus menyebutkan bahwa nama Whisnu kembali dicalonkan sebagai ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi yang dikonfirmasi seusai rapat menuturkan, memang sempat ada dukungan untuk Whisnu pada rapat konsolidasi tersebut. Sejak awal dia menjelaskan bahwa agenda tersebut hanya sosialisasi peraturan. ”Kalau suara-suara, ada saja. Tapi, sudah saya batasi. Tugas saya sebagaimana instruksi DPP adalah melakukan sosialisasi,” ujar Kusnadi.
Salah satu poin penting sosialisasi itu adalah menjabarkan pasal 44 peraturan tersebut. Yakni, pada ayat pertama disebutkan, DPP partai dapat menetapkan ketua, sekretaris, dan atau bendahara DPC dan DPD di luar nama-nama yang diusulkan DPC dan DPD partai atas dasar pertimbangan strategis partai.
”Kita boleh saja menyampaikan aspirasi. Sah-sah saja. Tapi, memang teori partai itu sentralistis,” ungkap Kusnadi.
Sebelumnya, dalam konfercab di Empire Palace pada Minggu (7/7) atau sepekan lalu, ada surat rekomendasi dari DPP yang isinya adalah penugasan untuk Adi Sutarwijono sebagai ketua DPC, Baktiono sebagai sekretaris, dan Taroe Sasmito sebagai bendahara. Hingga kemarin, keputusan tersebut belum disahkan. Karena itu, pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya masih kosong. Sebab, pengurus lama sudah demisioner.
Rapat konsolidasi kemarin (14/11) menindaklanjuti surat instruksi dari DPP PDI Perjuangan Nomor 5606/IN/DPP/VII/2019 tertanggal 10 Juli. Isinya mengundang seluruh pengurus PAC se-Surabaya untuk mengadakan konsolidasi. Agenda rapat itu tunggal, yakni sosialisasi Peraturan Partai Nomor 28 Tahun 2019.
Wakil Ketua DPD PDIP Bidang Kehormatan Partai Budi Sulistyono mengungkapkan, ada yang menganggap konsolidasi tersebut sebagai lanjutan dari konfercab sepekan lalu. ”Ketika itu diminta untuk konfercab lanjutan, kita tidak mau. Kalau suratnya itu mandat untuk neruske, ya kita teruskan. Tapi ternyata sosialisasi, ya sudah,” ujar bupati Ngawi itu.
Dia menyebutkan, sejak awal keputusan untuk penunjukan pengurus DPC berada di tangan DPD. Pengurus DPD berharap pengurus DPC itu bisa disahkan sebelum konferensi daerah (konferda) yang dijadwalkan pada 27 Juli. ”Karena nanti yang menghadiri konferda itu pengurus DPC,” ungkap dia.
Secara terpisah, Whisnu Sakti Buana yang dikonfirmasi terkait dengan rapat konsolidasi tersebut tidak mau berkomentar. ”No comment,” tulisnya dalam pesan pendek. Begitu pula Adi Sutarwijono yang belum berkenan untuk dimintai komentar terkait rapat tersebut. Termasuk soal munculnya dukungan untuk Whisnu pada rapat itu.
Pada awal rapat, sempat terjadi kericuhan kecil. Ada satu orang yang dikeluarkan dari ruang rapat. Orang tersebut diamankan di ruangan lain di kantor DPD dan 30 menit kemudian dipulangkan dengan menumpang mobil pelat hitam.
Kusnadi yang dikonfirmasi terkait kericuhan tersebut mengungkapkan bahwa orang itu mengaku ketua PAC Sambikerep. Tapi, ternyata di sampingnya ada pengurus PAC tersebut.
Dalam rapat tersebut, yang diundang adalah seluruh PAC se-Surabaya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
