
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama rombongan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengunjungi Kebun Raya Mangrove di wilayah Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, Senin (24/7).
JawaPos.com–Kebun Raya Mangrove di wilayah pesisir Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, memiliki koleksi sebanyak 57 jenis tanaman mangrove atau bakau.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, saat ini tengah dilakukan eksplorasi tiga jenis baru yang akan menambah koleksi. ”Lebih dari itu, kami juga berencana untuk melakukan kerja sama dengan wilayah lain yang memiliki mangrove,” kata Eri Cahyadi seperti dilansir dari Antara.
Menurut dia, kalaupun ada mangrove jenis lain di tempat lain tetapi tidak ada di sini, pihaknya akan minta bibit dan menanamnya. ”Sehingga kebun raya ini semakin sempurna dengan semua jenis mangrove yang ada di Indonesia dan luar negeri juga,” ucap Cak Eri panggilan akrab Eri Cahyadi.
Selain itu, Cak Eri juga sudah melakukan pengecekan Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar untuk memastikan kesiapan sebelum diresmikan pada Rabu (26/7) atau bertepatan dengan Hari Mangrove Internasional. ”Jadi kami siapkan jalur nanti ketika diresmikan,” ujar Eri.
Namun demikian, Cak Eri menyatakan, keberadaan Kebun Raya Mangrove selain menjadi tempat edukasi dan pariwisata, juga memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Konsep ekonomi yang diusung akan sama seperti Romokalisari Adventure Land.
”Nanti hasilnya juga akan diberikan kepada masyarakat, seperti Romokalisari Land. Jadi Insya Allah akan ada pengembangan oleh masyarakat dan komunitas yang hasilnya bisa mengurangi kemiskinan,” tutur Eri.
Cak Eri mengungkapkan, mangrove bisa diolah menjadi beragam bahan pangan atau minuman seperti di antaranya dibuat selai atau sari minuman. Dalam pengembangannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Sekarang ini, kata dia, kesiapan Kebun Raya Mangrove Surabaya telah mencapai sekitar 99,99 persen. Rencananya, peresmian Kebun Raya Mangrove pertama di Indonesia ini akan dilakukan Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) yang sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri.
”Kesiapan Insya Allah sudah 99,99 persen, tinggal hanya pembersihan dan lainnya. Karena mangrove kan memang seperti ini, tidak kami ubah, tidak kami apakan, tapi keindahan mangrove itu ya dari alamnya, dari tanaman mangrovenya,” ucap Eri.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
