
Proses pembuatan kecap legendaris di Surabaya. (fajar mujianto/jawapos.com)
JawaPos.com – Saat Anda berkunjung ke Surabaya, sempatkan membeli salah satu oleh-oleh legendaris asli Surabaya yang manis, Kecap Cap Jeruk Pecel Tulen.
Berlokasi di Jalan Sidonipah Gang 2 no. 3-5, pabrik kecap asli Surabaya ini sudah ada sejak 1937. Didirikan oleh Hwan Kieng Hien dan istri, dan sekarang telah diwariskan ke generasi ketiga, Wahyu Handoko.
HRD Kecap Jeruk Pecel Tulen, Suliyani, menceritakan kecap Cap Jeruk Pecel Tulen berawal dari sang kakek Handoko yang kerap membawa dua hingga tiga botol berkeliling antartetangga menawarkan kecap manis.
"Jadi, dulu sang kakek pak Handoko kerap membawa dua sampai tiga botol, lalu berkeliling menawarkan ke tetangga-tetangga. Dari botol kaca yang dibawa keliling itu, pabrik terus berkembang. Perkembangan paling pesat terjadi ketika dilanjutkan Hwan Hong Piek dan Hwan Hong Poen," ujar Suliyani.
Bergambar dua buah jeruk pecel dan foto generasi kedua, Hwan Hong Piek dan Hwan Hong Poen di label kertas berwarna hitam putih menjadi identitas kecap legendaris ini.
Di pabrik legendaris ini, kita dapat melihat mulai dari proses memasak di wajan berukuran besar, penyaringan hingga ke pipa-pipa, menuangkan kecap yang sudah matang ke botol-botol kaca, pelebelan pada botol, hingga dikemas dalam karton.
Botol kaca berukuran 600ml adalah produk awal dari kecap ini dan telah menjadi ciri khas. Hingga kini telah memiliki berbagai ukuran kemasan botol plastik, yaitu 135ml dan 275ml.
Suliyani menambahkan, kecap yang sering ditemui pada pedagang sate, lontong balap, soto daging, dan kuliner lain di Surabaya ini menjalani proses pembuatan masih menggunakan resep turun temurun keluarga dan memakai alat-alat serta teknik tradisional.
"Bahan-bahannya pun masih tradisional Indonesia seperti gula merah, kedelai, garam, adas, peka, sereh, bawang putih, dan lengkuas. Cita rasa yang paling pokok dari kecap ini berasal dari gula merah yang di datangkan dari Banyuwangi, Blitar, dan Madura. Dan, yang menjadi pembeda dari produk kecap lain kami adalah adanya kincam yang berasal dari Tiongkok," tambah Suliyani.
Industri rumahan Kecap Cap Jeruk Pecel Tulen ini merupakan pabrik kecap tertua ketiga di Indonesia. Pabrik kecap pertama berada di Pasar Lama, Tangerang. Berdiri sejak 1882 bermerek Teng Giok Seng yang kini berganti nama menjadi Kecap Cap Istana. Pabrik ini dikelola oleh Teng Hang Soey, yang hingga kini pabrik kecap tertua di Indonesia itu masih beroperasi.
Dan, pabrik kecap tertua kedua di Indonesia adalah Kecap Cap Orang Jual Sate yang didirikan oleh Ong Tjin Boen di Probolinggo, Jawa Timur, pada 1889. Sementara yang ketiga adalah Kecap Cap Jeruk Pecel Tulen ini.
Produksi Kecap Cap Jeruk Pecel Tulen ini didistribusikan di berbagai wilayah Jawa Timur seperti Surabaya, Lamongan, Krian, Sidoarjo, Probolinggo, dan Gresik. Kecap ini juga merambah ke NTT, Batam, Kalimantan, hingga sampai Malaysia.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
