
Ilustrasi tawuran. Dok. JawaPos
JawaPos.com – Hingga Minggu, DAD masih merasakan sakit di bibirnya yang harus dijahit karena terkena lemparan batu. Pemuda 19 tahun asal Anggaswangi, Sukodono, itu menjadi korban serangan gerombolan pemuda berbaju hitam yang mengenakan atribut sebuah perguruan silat pada Jumat (21/7) malam.
DAD bercerita, malam itu sekitar pukul 22.30, dia sedang nongkrong di sekitar rumahnya. ’’Gerombolan datang dari arah barat sana. Buanyak, 50 motor lebih,’’ ucapnya sedikit terbata karena menahan sakit.
Mereka berhenti di jembatan desa depan tempat korban dan temannya nongkrong. ’’Rombongan datang sudah gebergeber, terus berhenti di jembatan sana dan malah geber lagi,’’ ungkapnya.
Karena merasa terganggu, salah seorang warga berusaha mendekat dan berbicara baik-baik agar gerombolan itu menyingkir. Bukannya pergi, mereka malah melemparkan batu ke arah warung kopi tempat korban dan temantemannya nongkrong.
Alhasil, beberapa warga mencoba membalas, termasuk korban dan temannya. Hingga akhirnya mendadak ratusan remaja itu langsung menyerbu warga. Beberapa anggota gerombolan tersebut bahkan ada yang mengeluarkan gir motor dan juga senjata tajam. Warga langsung kalang kabut lari berlindung.
’’Sudah dihujani batu, terus ada yang muter gir saya lihat, dan juga ada beberapa sajam,’’ tuturnya.
Hingga akhirnya saat berusaha lari, wajah DAD terkena lemparan batu. Korban juga merasa terkena sabetan semacam gir. ’’Saya nggak tahu pasti, yang pasti saya berusaha menyelamatkan diri,’’ ungkapnya.
Kejadian itu membuat korban bersama keluarganya melapor ke Polresta Sidoarjo pada Sabtu (22/7). Dari informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian tersebut juga membuat seorang warga lansia mengalami memar di bagian punggung akibat lemparan dari gerombolan tersebut.
Warga menduga gerombolan itu merupakan anggota perguruan silat yang ingin datang ke acara pengesahan di wilayah Porong. Mereka melalui jalur alternatif untuk menghindari cegatan polisi.
Setelah puas menyerang, gerombolan tersebut bubar. Namun, tak lama kemudian, mereka datang lagi. Kali ini warga sudah siap dan melawan. Bahkan, warga berhasil menangkap tiga anggota gerombolan.
’’Masih usia remaja yang ditangkap,’’ ujar FS, 65, warga yang enggan namanya disebutkan.
Sementara itu, Kasihumas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono belum berani berkomentar mengenai kejadian tersebut. Begitu pula Kapolresta Sidoarjo Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro dan Kasatreskrim Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo. Mereka enggan berkomentar, baik mengenai laporan ataupun berapa orang yang diamankan terkait kasus tersebut. (eza/c12/any)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
