JawaPos.com - Saat menyambangi SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membawa kabar bahagia terkait hasil Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).
Orang nomor satu di Jawa Timur itu menyampaikan bahwa jumlah siswa Jawa Timur yang diterima pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2023, sejumlah 23.477 orang (naik 31,84% dibanding tahun 2022 sebesar 17.807 orang).
Sementara untuk data tahun 2021 sebanyak 16.998, dan tahun 2020 sebanyak 13.803 siswa. Sedangkan jumlah siswa yang diterima perguruan tinggi melalui tes, sejak tahun 2021 Jatim juga tertinggi. Tercatat tahun 2021 sebanyak 25.232, dan tahun 2022 sebanyak 26.781 siswa.
"Untuk tahun 2023 masih menunggu, sebab masih ada jalur mandiri dan sebagainya. Mudah-mudahan Jatim tertinggi lagi tahun ini," harap Khofifah.
Capaian itu menjadi bukti bahwa lulusan SMA/SMK/sederajat di Jawa Timur memiliki kompetensi unggul untuk bisa bersaing dengan daerah-daerah lain.
Tak hanya itu, sejak tahun 2020 sampai 2022 Jatim selalu berhasil membawa pulang Juara Umum Olimpiade Sains Nasional.
“Untuk itu saya berpesan, kepala dinas pendidikan tolong dijaga jangan sampai piala juara umum olimpiade sains nasional pindah ke provinsi lain,” ujar Khofifah.
“Bapak ibu guru juga, tolong dijaga siswa-siswanya. Baik fisiknya, lahirnya, kompetensinya, skillnya, serta karakternya. Kelak di tahun 2045 Indonesia Emas, merekalah yang akan mengisi profesi-profesi di semua lini,” lanjutnya.
Dia juga mendorong para tenaga pendidik dan peserta didik terus mengonsolidasikan semangat Jatim Cerdas sebagai bagian dari Nawa Bhakti Satya menyiapkan kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045.
“Jatim Cerdas ini ada di dalam RPJMD dan akan terus dikonsolidasi penguatannya untuk menyiapkan SDM Jatim berkualitas dalam menyongsong Indonesia Emas tahun 2045,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasinya terhadap para guru. Baginya, guru adalah sosok yang memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan bangsa melalui penguatan SDM di lini masing-masing.
“Mohon terus dijaga profesionalisme, keikhlasan dan mohon terus dijaga ketulusannya, mudah-mudahan menjadi amal jariyah panjenengan semua,” ujarnya.
Apresiasi ini diberikan, berkat kerja keras para tenaga pendidik di Jatim, sehingga berbagai prestasi mampu diraih Jawa Timur. Salah satunya, jumlah siswa yang diterima perguruan tinggi tanpa tes di Jatim merupakan tertinggi secara nasional. Prestasi ini secara konsisten terus dicapai selama 4 tahun berturut-turut sejak tahun 2020