
Sejumlah warga korban keracunan masal di rawat di Puskesmas Kali Kedinding, Kota Surabaya, Sabtu (1/7).
JawaPos.com–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya bergerak cepat memberikan penanganan medis keracunan massal seusai makan daging kurban di Kalilom Lor Indah Gang Seruni II, RT 12 RW 10, Tanah Kali Kedinding, Kenjeran, Kota Surabaya, Jatim.
”Dilakukan pemantauan dan penanganan terhadap pasien yang mempunyai keluhan keracunan makanan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Sabtu (1/7).
Nanik menjelaskan, pada Kamis, (29/6) pagi, dilakukan penyembelihan hewan kurban berupa kambing dan dilanjutkan dengan kegiatan makan bersama pada pukul 19.00 WIB di Kalilom Lor Indah. Dalam rangkaian peringatan Hari Raya Idul Adha 1444 H, warga Kalilom Lor Indah menyelenggarakan makan bersama di sepanjang kawasan RT 12 dan diikuti seluruh warga sekitar. Kegiatan tersebut rutin digelar tahunan.
”Pada Jumat (30/6) pagi menjelang subuh, muncul keluhan warga di sekitar wilayah Kalilom Lor Indah. Warga sekitar menunjukkan ada keluhan mual muntah, diare, badan panas disertai pusing setelah menyantap makanan yang disajikan secara massal pada Kamis (29/6),” ujar Nanik.
Nanik menjelaskan, sebagian warga ada yang langsung berobat secara mandiri. Selain itu, juga ada warga yang menghubungi Kepala Puskesmas Tanah Kali Kedinding sekitar pukul 16.00 WIB dengan gejala serupa. Petugas Puskesmas segera melakukan pemantauan dan melaporkan indikasi adanya keracunan makanan yang disantap warga pada Jumat (30/6) sore.
Dari hasil penyisiran data pasien oleh petugas Puskesmas didampingi Dinkes Surabaya ke rumah-rumah warga pada Sabtu (1/7), dihimpun sebanyak 71 orang mengalami keracunan. Korban yang mengalami keracunan di antaranya 22 pasien dengan gejala ringan dan diobati puskesmas di masing-masing rumah pasien.
Selanjutnya, sebanyak 23 pasien yang melakukan berobat jalan di faskes (fasilitas kesehatan) selain Puskesmas Tanah Kali Kedinding, mendapatkan pemantauan intensif Puskesmas. Kemudian, 14 pasien dengan kondisi sudah stabil dilakukan rawat inap di Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya.
Selain itu, lanjut dia, sebanyak 12 pasien dirujuk ke rumah sakit dan Puskesmas Ranap (rawat inap) terdekat di sekitar wilayah Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya. Di antaranya, tiga pasien dirawat di RS Unair, empat pasien dirawat di RSUD Soewandhie, dan satu pasien dirawat di RS Mitra Keluarga Kenjeran. Tiga pasien di rawat di Puskesmas Bulak Banteng dan satu orang pasien lainnya dirawat di Puskesmas Sidotopo Wetan.
Pada proses tindak lanjut penanganan, Nanik mengaku, Puskesmas Tanah Kali Kedinding melakukan pemantauan intensif terhadap pasien yang masih dalam perawatan. Baik di puskesmas, rumah sakit, maupun rumah pasien. Serta melakukan observasi, apakah ada kasus lanjutan di wilayah tersebut untuk berkoordinasi dengan RT/RW dan kelurahan.
”Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya juga telah mengirimkan sampel makanan yang dicurigai menyebabkan keracunan, untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium berkoordinasi dengan Dinkes Surabaya. Terdapat empat jenis sampel yang dikirim ke laboratorium, yakni sate, gulai, krengsengan, dan air,” terang Nanik Sukristina.
Puskesmas Tanah Kali Kedinding juga membuka posko penanganan lanjutan di wilayah tersebut untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap warga. Bahkan, warga setempat juga mendirikan posko di sekitar wilayah RT 12 di salah satu rumah warga, yang mulai beroperasi pukul 09.00 WIB.
”Petugas puskesmas akan terus menyisir kembali, apakah ada yang mempunyai keluhan serupa, sekaligus melakukan pemantauan pengobatan bagi pasien yang rawat jalan (di rumah) sesuai hasil penyisiran pasien pada 1 Juli,” papar Nanik Sukristina.
Selanjutnya, Dinkes Surabaya akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap penanganan pasien yang sedang dirawat baik di puskesmas, rumah sakit, maupun pasien yang melakukan rawat jalan. Serta, melakukan koordinasi pengiriman sampel ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya dilengkapi dengan kronologi kasus keracunan makanan sesuai hasil investigasi lapangan pada 1 Juli untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
”Tentunya kami juga akan melakukan pemantauan dari hasil pemeriksaan laboratorium untuk identifikasi penyebab keracunan tersebut,” ucap Nanik Sukristina.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
