Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Juni 2023 | 05.18 WIB

Keren, Kemenkes Puji Penanganan Stunting Kota Surabaya

Forum Merdeka Barat (FMB) bertajuk Langkah Penting Turunkan Stunting yang digelar secara daring di Jakarta, Senin (26/6). - Image

Forum Merdeka Barat (FMB) bertajuk Langkah Penting Turunkan Stunting yang digelar secara daring di Jakarta, Senin (26/6).

JawaPos.com–Kementerian kesehatan memuji penanganan stunting di Kota Surabaya. Pujian itu didasari keberhasilan Kota Surabaya dalam upaya menurunkan prevalensi stunting dengan cara pendekatan spesifik dan sensitif secara bersama.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante S. Harbuwono dalam acara Forum Merdeka Barat (FMB) bertajuk Langkah Penting Turunkan Stunting yang digelar secara daring di Jakarta, Senin (26/6).

”Luar biasa. Kota Surabaya bisa menurunkan stunting begitu dahsyatnya. Itu karena pendekatan spesifik dan pendekatan sensitif dilakukan secara bersama-sama,” kata Dante S. Harbuwono.

Wamenkes menyebut, penanganan stunting bukan hanya sekadar memberikan makanan kepada anak-anak. Namun, harus dilakukan melalui pendekatan spesifik dan sensitif. Pendekatan spesifik itu misalnya, memberikan makanan tambahan kepada anak-anak hingga mencegah anak-anak tersebut sakit dan sebagainya.

”Sedangkan pendekatan sensitif itu berhubungan dengan faktor-faktor di lingkungan setempat. Misalnya, kemiskinan, sanitasi, masalah budaya setempat, dan sebagainya,” kata Dante.

Menurut Wamenkes, upaya penanganan stunting tidak hanya membutuhkan komitmen dari pemerintah pusat secara eksklusif. Tetapi juga dibutuhkan peran dan komitmen pemerintah daerah seperti yang sudah dilakukan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

”Ini dibutuhkan kerja sama dari kementerian/lembaga,” ujar dia.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memaparkan, sejumlah strategi penanganan stunting di Kota Pahlawan. Strategi itu salah satunya dengan memetakan berapa banyak data jumlah bayi yang lahir setiap hari. Dari data tersebut, kemudian dipisahkan per wilayah berapa bayi yang lahir normal dan stunting.

”Per hari harus tahu berapa bayi yang lahir di Surabaya. Karena bayi yang lahir ada di klinik, bidan, puskesmas, dan rumah sakit. Mereka ini semua membuat laporan ke aplikasi kementerian kesehatan. Sehingga saya tahu berapa bayi lahir di Surabaya, yang stunting berapa,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Menurut dia, data balita stunting di Surabaya juga dapat diketahui per wilayah sampai di tingkat RT/RW. Termasuk pula berapa banyak data warga miskin dan pengangguran di wilayah tersebut. Nah, dalam upaya pencegahan atau penanganan stunting tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan pola gotong-royong.

”Setelah data diketahui, kemudian kita pisahkan, kita buat penanggung jawab dan pola gotong-royong itulah yang kita gunakan. Sehingga di Surabaya ini ada kader Surabaya hebat (KSH), sekitar 45.000 dan beliau inilah yang turun mendampingi,” ungkap Eri.

Wali Kota Eri menyatakan, pencegahan dan penanganan stunting di Surabaya bukan hanya dilakukan saat balita tersebut lahir. Namun, pencegahan dimulai ketika anak perempuan sudah memasuki siklus menstruasi.

”Kita sudah punya aplikasi yang dia (anak perempuan) kita berikan zat besi di sekolah-sekolah. Jadi kita tahu, hari ini dia tidak minum, tidak masuk sekolah, maka kita kirim ke rumahnya sampai dia ke calon pengantin (catin),” papar Eri.

Karena itu, sebelum menikah, Pemkot Surabaya mewajibkan setiap calon pengantin mengikuti program kelas catin. Program itu catin akan diberikan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan, tentang kehidupan rumah tangga. Pemahaman yang diberikan meliputi segala aspek, terutama dari segi kesehatan.

”Itu kita dampingi sampai dia menjadi calon pengantin yang bagus. Setelah dia menikah, kita juga dampingi lagi sampai mereka hamil dan melahirkan, sehingga (stunting) turun drastis,” ungkap Eri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore