Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Juni 2023 | 14.41 WIB

Pemkot Surabaya Gelar Pelatihan Sekolah Tangguh Tanggap Bencana

SMP Negeri 6 Surabaya gelar simulasi mitigasi bencana difasilitasi BPBD Surabaya. - Image

SMP Negeri 6 Surabaya gelar simulasi mitigasi bencana difasilitasi BPBD Surabaya.

JawaPos.com–Suasana belajar mengajar di SMP Negeri 6 Surabaya mendadak berubah setelah terdengar bunyi sirene keras, sebagai tanda darurat. Para siswa berhamburan keluar kelas untuk menyelamatkan diri menuju ke titik kumpul di lapangan sekolah. Beberapa siswa juga ada yang dibopong guru maupun tenaga pendidik yang lain.

Rupanya, mereka tengah mengikuti pelatihan sekolah tangguh tanggap bencana. Yakni, simulasi mitigasi bencana yang difasilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya. Sama halnya dengan SMP Negeri 6 Surabaya, SDN Ngagel 1 Surabaya, bahkan terlebih dahulu melakukan kegiatan itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya Laksita Rini Sevriani menyampaikan, pelatihan itu dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas pelajar dan tenaga pendidik dalam mengantisipasi, serta melakukan pertolongan pertama saat terjadi kebencanaan.

”Di lingkungan pendidikan kita sudah menggelar di beberapa sekolah. Untuk sekolah tangguh tanggap bencana, simulasi mitigasi bencana dilakukan di SD dan SMP. Rencananya kita juga akan menyasar PAUD, karena selama ini pelatihan simulasi mitigasi bencana masih diberikan kepada para Bunda PAUD,” kata Laksita Rini.

Laksita Rini mengaku, ke depannya, setelah melakukan simulasi mitigasi bencana kepada para Bunda PAUD, BPBD Surabaya, akan mengadakan kunjungan ke tingkat PAUD untuk melaksanakan simulasi mitigasi bencana. Tak hanya itu saja, BPBD Surabaya juga akan mengundang anak-anak di tingkat TK maupun PAUD untuk ke kantor BPBD Surabaya dengan memberikan edukasi dan pengenalan terhadap peralatan keselamatan pada kebencanaan.

”Jadi memberikan pengenalan terhadap peralatan, serta bagaimana jika terjadi kebencanaan kebakaran atau genangan. Ini bahkan sudah ada beberapa TK yang berkunjung ke BPBD,” ungkap Laksita Rini Sevriani.

Untuk lingkungan pendidikan di Kota Surabaya, Laksita Rini menerangkan, BPBD Surabaya telah memiliki jadwal pelaksanaan simulasi mitigasi kebencanaan di masing-masing sekolah. Semua sekolah sudah terjadwal dalam satu tahun, mana saja yang akan dikunjungi BPBD Surabaya.

”Tapi juga ada sekolah yang mengajukan untuk melakukan simulasi mitigasi bencana,” terang Laksita Rini Sevriani.

Dalam pelaksanaan simulasi mitigasi bencana, BPBD tidak sendiri, tentunya didampingi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Satpol PP, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan berkolaborasi dengan PMI (Palang Merah Indonesia) Surabaya.

”Salah satunya, memberikan pembekalan kebencanaan dalam penyelamatan diri dan keselamatan di lingkungan pendidikan,” ujar Laksita Rini Sevriani.

Lebih lanjut, Laksita Rini menjelaskan, risiko tinggi kebencanaan di kota besar, seperti di Kota Surabaya adalah munculnya genangan saat terjadi hujan lebat. Kemudian muncul banjir rob di perkampungan pesisir pantai saat air laut pasang. Serta kebakaran saat memasuki musim kemarau.

”Paling adalah banyak bencana sosial, contohnya kecelakaan, darurat medis, dan kebakaran. Dari laporan Command Center 112, itu adalah laporan yang paling sering kami terima. Sedangkan gempa bumi, kita juga terus mengantisipasi dengan simulasi mitigasi bencana, mengingat Surabaya memiliki banyak bangunan tinggi (high rise building),” jelas Laksita Rini Sevriani.

Pengalaman simulasi mitigasi bencana guna menciptakan sekolah tangguh tanggap bencana, membuat Ivana, salah satu siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Surabaya merasa bahwa pengalaman tersebut sangat membantu mereka menjaga keselamatan diri saat terjadi kebencanaan.

”Kami mendapatkan banyak pembelajaran mengenai cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana. Kami senang, karena kami mendapatkan banyak ilmu,” kata Ivana.

Terpisah, Nur Azzahra Devianto, siswa kelas IV SDN Ngagel 1 Surabaya juga merasakan hal yang sama. Azzahra sapaan lekatnya mengaku, melalui simulasi mitigasi bencana di sekolahnya, dia bersama teman-teman diajarkan agar tidak panik dan segera mungkin melakukan penyelamatan diri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore