
Ridho Ikhsan Pendiri komunitas lari Liburun saat ditemui di Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/1/2020). HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS
JawaPos.com-Ridho Ikhsan menjadi founder LibuRun, komunitas lari pertama di Kota Pekanbaru, Riau. Bagi runners lain, Ridho bisa jadi panutan. Rutin latihan dan aktif dalam komunitas. Tetapi, masih ada hal lain yang belum dicapai Ridho.
---
Awal Ridho berkenalan dengan lari mungkin sudah jamak terjadi pada orang lain. Hanya ingin menurunkan berat badan. Dia melakukannya sejak aktif kuliah. Hanya, Ridho baru menjadikan lari bagian dari gaya hidupnya sejak 2014. Sekaligus mendirikan LibuRun.
”Nah, karena ngumpulnya cuma bisa pas libur, karena kalau nggak gitu sudah mencar semua kerja. Jadi, kami pas libur-libur, ya run,” ucapnya.
Namun, meski aktif di dunia pelarian Pekanbaru, ada satu yang belum dilakukannya. Yaitu, melepas virgin full marathon (FM). Sejatinya, pada 2015 dia berniat melepas virgin FM di Kuala Lumpur Marathon. Program latihan sudah berjalan baik. Tiket dan segala akomodasi sudah dipesan. Ridho berniat berangkat ke Kuala Lumpur pada H-1. Sementara itu, beberapa temannya sudah lebih dulu berangkat.
Tetapi, ada hal yang tidak bisa dihindari. Race-nya dibatalkan karena kabut asap. Buyar sudah harapan Ridho untuk bisa berlari sejauh 42,195 km di negeri jiran itu. Memang Kuala Lumpur Marathon seperti event wajib bagi runners Pekanbaru. Ya, biaya race ke Malaysia lebih murah jika dibandingkan dengan ke Pulau Jawa.
”Saat itu kan memang sedang terjadi kabut asap. Padahal, semua sudah disiapkan. Medali dibagikan, tapi tidak boleh ada yang lari. Akhirnya medali saya diambilkan teman. Tapi, saya nggak berani bilang itu race karena saya nggak lari,” kata bapak tiga anak tersebut.
Sejak saat itu, Ridho menjadi agak malas untuk race di luar daerah. Apalagi yang agak jauh. Dia hanya mengambil beberapa race lokal. Paling maksimal hanya kategori HM.
Nah, kemudian dia mengambil resolusi untuk tahun ini. Mendengar rekomendasi dari teman, pria berusia 38 tahun itu berencana mengambil FM di Jakarta Marathon 2020 mendatang. ”Saya sudah lama lari sama komunitas, saya yang bikin juga (komunitasnya, Red). Nggak pernah FM, jadi agak malu ah,” ujarnya, lalu tertawa.
Dalam seminggu, Ridho latihan enam kali. Saat weekend, dia menyempatkan untuk long run. Kadang juga diselingi latihan di gym. Dia memiliki target sebulan harus melahap jarak 200 km. ”Tapi, saya juga nggak ingin lari 6–7 jam. Jadi, sekarang lagi persiapan menurunkan berat badan dulu. Target nanti pas FM bisa masuk sub 4,” ujarnya.
---
RIDHO IKHSAN DAN LARI
Tempat, tanggal lahir: Pekanbaru, 20 Juni 1981
Pendidikan: Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta
Pekerjaan: Pengusaha
2014
Penang Bridge International Marathon HM 2 jam 20 menit
2016
2XU Compression Run Singapore HM 2 jam 30 menit
2016
Riau Trail Run 21K 3 jam
2018
Minang Geopark Run 21K 2 jam 10 menit

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
