
Tabloid Bola akan mengakhiri perjalanan pada edisi Jumat minggu depan.
JawaPos.com - Bagi mayoritas penggemar olah raga di tanah air, Tabloid Bola telah menemani sebagian perjalanan hidup mereka. Tabloid yang sudah berumur 34 tahun ini telah menjadi bacaan wajib penggila sepak bola dan olahraga lainnya di tanah air.
Kini, media cetak yang pernah menjadi tabloid olahraga nomor satu di Indonesia itu harus pamit. Edisi terakhir Tabloid Bola akan terbit pada Jumat (26/10) mendatang. Sebuah edisi yang pantas untuk diburu para penggemarnya.
"Kami tadi malam selesai meeting soal edisi terakhir. Isinya nanti soal perjalanan dan proses awal Bola. Karena banyak yang orang nggak tahu. Umumnya tahu kalau Bola berawal dari sisipan di Kompas. Tapi sejarah sebelum jadi sisipan seperti apa, nah itu yang akan kami sampaikan," ungkap Weshley Hutagalung kepada JawaPos.com, Kamis (18/10).
Selain itu, edisi terakhir nanti juga ada soal tokoh-tokoh olahraga dunia yang besar di eranya Tabloid Bola dari 1984 sampai 2018. Termasuk cerita tokoh-tokoh olahraga Indonesia tentang Bola. "Termasuk juga track record kami sudah membuat apa saja selama ini. Jadi edisi terakhir lebih tentang sejarah media ini. Lebih kepada heritage," sambung Weshley.
Sebelumnya, sempat muncul kabar kalau edisi terakhir Bola akan muncul pada Selasa (23/10) nanti. Namun dengan sejumlah pertimbangan, akhirnya diputuskan kalau edisi terakhir akan terbit pada Jumat (26/10).
"Jadi edisi Selasa kami skip, karena kami butuh riset. Butuh waktu lama juga untuk riset. Tadi malam saya putuskan edisi terakhir adalah Jumat, untuk memberi waktu meriset. Takut nggak siap. Toh sudah selesai juga, nggak ada lagi," imbuh dia.
Sejumlah tulisan dari pihak luar pun bakal ditampilkan. Seperti cerita tokoh-tokoh olahraga nasional yang besar bersama Bola. Tak hanya dari sepak bola, tapi juga dari seluruh cabang olahraga.
"Nanti juga ada tulisan dari eks pemred yang masih ada. Bang Ian (Situmorang) ikut nyumbang tulisan, mas Arif Kurniawan, dan saya. Pak Nito (Ignatius Sunito) sebagai salah seorang pendiri juga bakal menulis," jelas Weshley yang dikenal sebagai komentator sepak bola tersebut.
Dia menambahkan, "Yang sudah menjanjikan untuk menulis besok adalah Menpora. Juga Rano Karno sebagai mantan kolomnis, meski saya belum pegang draft tulisannya. Kurniawan (Dwi Yulianto) juga pasti mau menulis. Begitu pula dengan Yayuk Basuki dan Susy Susanti. Kesaksian tokoh-tokoh olahraga akan ada di edisi terakhir."
Karena ini edisi pamungkas, maka pembuatannya pun akan spesial. Secara khusus Weshley meminta kepada manajemen untuk mencetak edisi pamungkas nanti dengan seluruh halaman berwarna.
"Kami meminta untuk edisi terakhir ini dibuat 56 halaman full colour. Bakal jadi edisi koleksi. Banyak yang bilang sedih Bola harus berhenti, tapi pada saatnya kita memang harus terima. Karena media cetak pasti akan mengalami kondisi ini," tutup Weshley.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022