
Photo
JawaPos.com – Opsi untuk kembali mengadakan Indonesian Basketball League (IBL) terus digodok setelah pemerintah mulai menyosialisasikan new normal di tengah pandemi Covid-19 yang belum teratasi sepenuhnya. Louvre Surabaya siap menjadi tuan rumah.
Sebagaimana diketahui, ajang bola basket paling bergengsi di Indonesia itu dihentikan sejak Maret lantaran merebaknya virus korona baru. Seri ke-7 IBL yang semestinya diselenggarakan di Malang pada 13–15 Maret dibatalkan.
Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah menuturkan, pihaknya terus melakukan persiapan untuk kembali menghelat IBL. ’’Kami sudah dua kali rapat pada Maret dan April. Akhir Mei atau awal Juni ini kami akan adakan pertemuan (virtual, Red) lagi untuk membahas perkembangan terkini,’’ ujarnya kepada Jawa Pos kemarin (27/5).
Ada beberapa pokok bahasan yang bakal didiskusikan. Di antaranya, terkait dengan sponsor, pemain asing, dan penetapan venue. Pihaknya berharap kualitas kompetisi tidak jauh dari sebelumnya. ’’Sampai sekarang, kami menunggu kepastiannya seperti apa. Karena belum ada arahan resminya,’’ katanya.
Mengenai venue, ada beberapa tempat yang menjadi opsi. Misalnya, Surabaya, Malang, Jogjakarta, Bandung, dan Jakarta. Mengumpulkan seluruh tim di satu tempat memang merupakan opsi terbaik. Misalnya, yang diwacanakan NBA.
Terkait dengan opsi tersebut, Manajer NSH Jakarta Yusuf Arlan Ruslim mengakui bahwa pihaknya akan mengalami kesulitan seandainya ditunjuk menjadi tuan rumah. ’’Kami tidak sanggup karena tidak punya GOR sendiri,’’ jelasnya.
Sementara itu, pemilik Louvre Surabaya Erick Herlangga menyatakan, jika lanjutan IBL diadakan di Jawa Timur, khususnya Surabaya, pihaknya siap dan sudah menyiapkan program. ’’Kamar hotel bayar 5 gratis 5 kamar. Stay di Golden Tulip,’’ ungkapnya.
Junas menjelaskan, bagi semua pihak, idealnya penyelenggaraan lanjutan IBL bisa disaksikan penonton untuk memberikan kelebihan tertentu. ’’Untuk pemain, untuk atmosfer acara, dan untuk kedekatan dengan fans. Tetapi, kalau nanti aturannya demikian (pembatasan tanpa penonton), tentu kami semua wajib patuhi,’’ tegasnya.
Selain itu, kedatangan pemain asing menjadi catatan. Sebab, jika legiun asing tidak datang, aroma kompetisi tentu saja bakal berkurang. Bukan hanya itu, keberadaan pemain asing juga menjadi salah satu pasal kontrak klub dengan sponsor.
Karena itu, pihaknya terus memantau kondisi di Indonesia dan luar negeri. Khususnya Amerika Serikat. Sebab, kebanyakan pemain asing berasal dari sana. ’’Juni ini kami akan pantau. Memungkinkan nggak situasinya,’’ tandas Junas.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
