
YANG BELIA YANG JUARA: Momiji Nishiya memamerkan medali emas yang direbutnya di Ariake Sports, Park, Tokyo, kemarin (26/7). (AFP)
JawaPos.com – Di podium penganugerahan medali itu, ada dua remaja 13 tahun yang masing-masing merebut medali emas dan perak. Serta, seorang dara belia lainnya yang cuma tiga tahun lebih tua yang meraup perunggu.
Melihat itu, benar adanya frasa yang ditulis front man The Who Pete Townshend –yang sekaligus menjadi judul lagu– puluhan tahun silam: the kids are alright.
Anak-anak pun, jika diberi kesempatan, bisa berprestasi di ajang yang sangat prestisius seperti Olimpiade.
Momiji Nishiya adalah yang berada di podium tertinggi kemarin itu. Pada usia 13 tahun 330 hari, dia menjadi atlet termuda Jepang yang pernah menyabet emas Olimpiade. Dan, termuda ketiga sepanjang sejarah pesta olahraga multicabang terbesar sejagat tersebut. ”Aku sangat, sangat, sangat senang,” ucap Nishiya seperti dilansir ESPN.
Dia menyatakan, kesuksesannya tidak diukur dari usia. Meski, ekspresi kegembiraannya ketika meraih emas memang masih terlihat kekanak-kanakan.
Skaterboarding dan surfing adalah dua cabor debutan di Olimpiade Tokyo 2020. Itulah salah satu cara IOC (Komite Olimpiade Internasional) untuk merangkul semakin banyak anak muda.
Baca juga: Windy Cantika Aisah Teruskan Tradisi Lifter Perempuan
Dominasi upik 13 tahun yang baru lulus sekolah dasar (SD) pada Maret lalu itu kemarin terlihat nyata. Dia tidak sekadar menang dalam kategori women skateboarding, tetapi juga menang dengan cara yang luar biasa. Dia menciptakan skor tinggi yang berasal dari tiga trik pada paro kedua di kompetisi di Ariake Urban Sports Park, Tokyo, tersebut. Perak direbut skater Brasil Rayssa Leal dan perunggu disabet skater Jepang lainnya, Funa Nakayama.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
