alexametrics
Olimpiade Tokyo 2020

Windy Cantika Aisah Teruskan Tradisi Lifter Perempuan

25 Juli 2021, 11:09:30 WIB

JawaPos.com – “Lifter senior saja susah dan butuh waktu panjang (untuk menembus Olimpiade), apalagi saya. Rasa takut itu pasti ada. Tapi, kata pelatih jalani saja dulu. Mengalir saja dan jalani dengan enjoy.”

Begitu kata Windy Cantika Aisah saat wawancara dengan Jawa Pos medio Juli 2019. Kemarin (24/7), di Tokyo International Forum, Windy memetik hasilnya. Tidak sekadar lolos kualifikasi Olimpiade, dia sukses membawa pulang medali perunggu dalam debutnya di ajang multievent empat tahunan itu.

Windy juga meneruskan tradisi medali dari lifter perempuan Indonesia. Mulai Raema Lisa Rumbewas (2000, 2004, 2008), Sri Indriyani dan Winarni (2000), Citra Febriyanti (2012), hingga Sri Wahyuni (2016).

’’Ini kejutan banget dan nggak menyangka. Dari awal merintis karier, saya sudah dikasih tahu untuk percaya dengan kekuatan sendiri. Seperti air, mengalir saja. Apa yang pelatih kasih, saya kerjakan,’’ tutur Windy dalam jumpa pers virtual kemarin.

Februari 2019 Windy kali pertama menapakkan kaki di pelatnas angkat besi di Kwini, Jakarta. Dia masuk menggantikan Sri Wahyuni yang mundur dari pelatnas karena sedang hamil.

Beban Windy berat. Dia harus mengejar waktu kurang lebih setahun untuk bisa lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Padahal, pengalaman berkompetisi dalam ajang internasional masih nol. Saat itu batas akhir kualifikasi adalah April 2020, sebelum Olimpiade Tokyo diundur ke 2021.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : gil/fik/c17/fal

Saksikan video menarik berikut ini:


Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads