
Kejuaraan East Java Open Fencing Championship 2026 Seri ke-2 resmi dihelat di Gedung Olah Raga (GOR) Gajah Mada Kota Batu sepanjang 25 hingga 27 September 2026. (Istimewa).
JawaPos.com - Kejuaraan East Java Open Fencing Championship 2026 Seri ke-2 resmi dihelat di Gedung Olah Raga (GOR) Gajah Mada Kota Batu sepanjang 25 hingga 27 September 2026. Ajang bergengsi ini menjadi panggung strategis dalam membangkitkan gairah pembinaan cabang olahraga anggar sekaligus menggerakkan potensi pariwisata daerah.
Diikuti sekitar 300 atlet lintas provinsi, kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian tiga seri kejuaraan yang digagas sepanjang tahun untuk mematangkan kesiapan atlet menuju agenda Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur, Porprov 2027, hingga babak kualifikasi PON atau Pra-PON. Selain kontingen dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan, dan internal Jawa Timur, kompetisi ini juga diramaikan oleh kehadiran satu atlet mancanegara.
Ketua Pengprov IKASI Jawa Timur Agung Setiawan membeberkan bahwa konsep kejuaraan berseri ini dirancang adaptif sejak seri perdana di Kota Mojokerto yang ditempatkan di pasar modern demi memberdayakan ekonomi lokal.
"Pada seri pertama, konsep awalnya memang kami rancang untuk mengangkat UMKM setempat. Makanya dibuat berbeda, yakni diadakan di tengah pasar modern, bukan di dalam GOR. Dampaknya sebenarnya luar biasa," ungkap Agung di sela kegiatan.
Memasuki seri kedua di Kota Batu, IKASI Jatim membidik sinergi sport tourism dengan memanfaatkan daya tarik wisata setempat yang didukung fasilitas city tour angkot wisata bagi peserta.
"Sedangkan untuk seri kedua, kami tawarkan ke beberapa pengcab dengan membidik potensi pariwisata daerah. Kami ingin turut memajukan spot-spot tourism setempat. Terlebih momentumnya bertepatan dengan rangkaian HUT Kota Batu, sehingga kehadiran kami bisa ikut menyemarakkan daya tarik wisata di sini," tambahnya.
Guna menjaga keteraturan kompetisi di tengah keterbatasan anggaran, Pengprov IKASI Jatim memilih mengeksekusi gelaran ini secara mandiri lewat kolaborasi profesional bersama pihak swasta.
"Kami membuat event ini murni secara mandiri, berkolaborasi dengan teman-teman EO yang berpengalaman di cabang olahraga lain. Pola mandiri ini membuat kami jauh lebih fleksibel, lentur, dan aktif menjalin kerja sama sponsor demi memastikan kompetisi bagi para atlet tetap berjalan rutin," tegas Agung.
Ruang kompetisi tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh Pengcab IKASI Kota Malang yang menerjunkan delapan atlet terbaiknya. Ketua Pengcab IKASI sekaligus pelatih anggar Kota Malang, Peter Pattiradjawane, menjelaskan bahwa para atletnya yang terdiri dari empat putra dan empat putri turun di berbagai kategori umur dan jenis senjata, meliputi floret, degen, dan sabel.
Baginya, kejuaraan ini adalah muara dari pembinaan jangka panjang yang telah dibangun secara disiplin. "Program latihan kami berkesinambungan ya. Kami tidak tunggu kejuaraan baru kami latihan. Kami tetap latihan satu minggu itu empat kali ada yang lima kali," kata pelatih yang telah 33 tahun mengabdi di dunia anggar tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Skor Azerbaijan vs Liechtenstein di Liga Nations UEFA: Milli Menang Tipis Kejar Promosi
Prediksi Skor Wales vs Norwegia di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022