
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono. (Andika Rachmansyah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kemeterian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjadikan Paralimpiade sebagai sasaran utama dalam pembinaan olahraga disabilitas Indonesia. Maka itu, dukungan terhadap keikutsertaan atlet dalam berbagai kejuaraan internasional diarahkan untuk menunjang perjalanan menuju ajang olahraga tertinggi bagi atlet disabilitas tersebut.
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, mengatakan setiap kejuaraan dunia yang diikuti atlet disabilitas memiliki tujuan penting. Salah satunya untuk mengumpulkan poin dan meningkatkan peringkat sebagai bagian dari persiapan menuju kualifikasi Paralimpiade.
"Kejuaraan dunia yang diikuti oleh teman-teman cabang olahraga disabilitas sebagai ajang untuk memperoleh poin dan peringkat agar bisa lolos kualifikasi pada Paralimpiade," ujar Surono di Kantor Kemenpora, Jakarta pada Selasa (1/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Surono untuk merespons polemik penggalangan dana secara mandiri oleh atlet tunarungu. Mereka dijadwalkan mengikuti Asia Pacific Deaf Multi-Sport di Penang, Malaysia pada 3-10 Oktober 2026 yang diorganisir Perhimpunan Olahraga Tuna Rungu Indonesia (Porturin).
Menurut Surono, ajang tersebut memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kejuaraan resmi yang menjadi bagian dari jalur kualifikasi Paralimpiade. Kompetisi di Malaysia itu disebut masih bersifat festival sehingga statusnya belum tentu diakkui federasi internasional olahraga tunarungu (ICSD).
Maka itu, Kemenpora memprioritaskan dukungan untuk pengiriman atlet ke kejuaraan resmi yang berada di bawah naungan federasi internasional. Pertimbangan tersebut berkaitan dengan dampak keikutsertaan atlet terhadap perolehan poin dan peringkat dalam jalur menuju Paralimpiade.
"Apabila di situ ada poin untuk yang khususnya disabilitas, khususnya untuk yang babak kualifikasi Paralimpiade, maka tu yang kita utamakan," tutur Surono.
Periode 2026 hingga 2027 menjadi momentum penting bagi atlet disabilitas Indonesia untuk mengikuti berbagai kejuaraan internasional. Selain menjadi kesempatan mengumpulkan poin, kompetisi tersebut juga jadi bagian dari tahapan kualifikasi menuju Paralimpiade.
Surono menjelaskan penentuan kejuaraan yang akan diikuti federasi tidak dilakukan secara terpisah. Setiap agenda harus melalui proses konsolidasi dan perencanaan bersama antara National Paralympic Committee (NPC) Indonesia dan Kemenpora.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
