Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 September 2026 | 16.57 WIB

Kemenpora Jadikan Paralimpiade sebagai Sasaran Utama Olahraga Disabilitas

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono. (Andika Rachmansyah/JawaPos.com) - Image

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono. (Andika Rachmansyah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kemeterian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjadikan Paralimpiade sebagai sasaran utama dalam pembinaan olahraga disabilitas Indonesia. Maka itu, dukungan terhadap keikutsertaan atlet dalam berbagai kejuaraan internasional diarahkan untuk menunjang perjalanan menuju ajang olahraga tertinggi bagi atlet disabilitas tersebut.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, mengatakan setiap kejuaraan dunia yang diikuti atlet disabilitas memiliki tujuan penting. Salah satunya untuk mengumpulkan poin dan meningkatkan peringkat sebagai bagian dari persiapan menuju kualifikasi Paralimpiade.

"Kejuaraan dunia yang diikuti oleh teman-teman cabang olahraga disabilitas sebagai ajang untuk memperoleh poin dan peringkat agar bisa lolos kualifikasi pada Paralimpiade," ujar Surono di Kantor Kemenpora, Jakarta pada Selasa (1/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Surono untuk merespons polemik penggalangan dana secara mandiri oleh atlet tunarungu. Mereka dijadwalkan mengikuti Asia Pacific Deaf Multi-Sport di Penang, Malaysia pada 3-10 Oktober 2026 yang diorganisir Perhimpunan Olahraga Tuna Rungu Indonesia (Porturin).

Menurut Surono, ajang tersebut memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kejuaraan resmi yang menjadi bagian dari jalur kualifikasi Paralimpiade. Kompetisi di Malaysia itu disebut masih bersifat festival sehingga statusnya belum tentu diakkui federasi internasional olahraga tunarungu (ICSD).

Maka itu, Kemenpora memprioritaskan dukungan untuk pengiriman atlet ke kejuaraan resmi yang berada di bawah naungan federasi internasional. Pertimbangan tersebut berkaitan dengan dampak keikutsertaan atlet terhadap perolehan poin dan peringkat dalam jalur menuju Paralimpiade.

"Apabila di situ ada poin untuk yang khususnya disabilitas, khususnya untuk yang babak kualifikasi Paralimpiade, maka tu yang kita utamakan," tutur Surono.

Periode 2026 hingga 2027 menjadi momentum penting bagi atlet disabilitas Indonesia untuk mengikuti berbagai kejuaraan internasional. Selain menjadi kesempatan mengumpulkan poin, kompetisi tersebut juga jadi bagian dari tahapan kualifikasi menuju Paralimpiade.

Surono menjelaskan penentuan kejuaraan yang akan diikuti federasi tidak dilakukan secara terpisah. Setiap agenda harus melalui proses konsolidasi dan perencanaan bersama antara National Paralympic Committee (NPC) Indonesia dan Kemenpora.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore