
Gerakan Lari Lagi, Lari Terus diinisiasi untuk menggugah kembali semangat berlari para runner yang sempat vakum karena beragam kondisi. (Istimewa)
JawaPos.com – Tidak sedikit pelari yang sempat berhenti berlatih karena kesibukan, perubahan ritme hidup, atau proses pemulihan cedera. Namun bagi banyak orang, jeda tersebut bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan kesempatan untuk kembali membangun konsistensi dan menikmati setiap langkah.
Semangat tersebut menjadi dasar lahirnya gerakan Lari Lagi, Lari Terus. Gerakan yang diinisiasi HOKA ini mengajak para pelari untuk berani kembali berlari, apa pun alasan mereka sempat berhenti, sekaligus membangun kebiasaan berolahraga secara berkelanjutan bersama komunitas.
HOKA Indonesia Marketing Lead Lucky Bagus dalam keterangan tertulisnya mengatakan setiap pelari memiliki perjalanan yang berbeda. Karena itu, menurutnya, proses membangun kembali konsistensi sama pentingnya dengan mengejar catatan waktu atau target baru.
"Kami percaya bahwa perjalanan berlari selalu menjadi lebih bermakna saat didukung oleh energi positif komunitas yang saling menginspirasi. Di saat yang sama, performa terbaik lahir ketika seseorang menemukan kebebasan, kenyamanan, dan kegembiraan di setiap langkah, menjadikan setiap kilometer sebagai perayaan atas progres personal, baik untuk membangun konsistensi maupun melampaui batas diri," ujarnya.
Sebagai penanda dimulainya gerakan tersebut, sekitar 200 pelari mengikuti Community Run yang digelar bertepatan dengan Car Free Day (CFD) di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (2/8). Kawasan GBK dipilih karena selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas komunitas lari dengan peserta dari berbagai usia dan tingkat pengalaman.
Melalui kegiatan itu, peserta tidak hanya berlari bersama, tetapi juga berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi sebelum kembali aktif berolahraga. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat saling mendukung di antara komunitas pelari.
Gerakan ini juga menghadirkan Tania Ikhsani dan Wahyu Setiawan, yang membagikan pengalaman mereka saat harus membangun kembali rutinitas latihan setelah melewati fase-fase berbeda dalam kehidupan.
Tania mengatakan kembali berlari memberinya cara pandang baru dalam menikmati olahraga tersebut.
"Ada masa ketika berlari terasa begitu dekat dengan keseharian saya, lalu ritmenya berubah mengikuti fase kehidupan. Saat kembali berlari, saya justru menemukan perspektif berbeda. Saya belajar mendengarkan tubuh, menghargai perkembangan sekecil apa pun, dan menikmati setiap kilometer tanpa terburu-buru. Bagi saya, itulah makna sebenarnya dari memulai kembali," katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022