Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Juli 2026 | 12.47 WIB

Jawa Tengah Raih Gelar Juara Umum di MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026

Pemanah muda tampil di ajang MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026, berkompetisi membentuk mental bertanding. (Istimewa) - Image

Pemanah muda tampil di ajang MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026, berkompetisi membentuk mental bertanding. (Istimewa)

JawaPos.com - Kontingen Jawa Tengah mempertahankan status juara umum MilkLife Archery Challenge Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, pada 22-29 Juli. Dalam kompetisi memanah yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) dan MilkLife, skuad Jawi Madya mengoleksi 26 medali emas, 22 perak dan 30 perunggu.

Berkekuatan 80 atlet yang turun pada kategori U-10, U-13, U-15, dan U-18 di tiga divisi pertandingan yakni Recurve, Compound dan Nasional, kontingen Jawa Tengah menunjukkan dominasi. Gelar ini sekaligus mengantarkan skuad bawah naungan Perpani Jawa Tengah meraih gelar juara umum Kejurnas Junior untuk kelima kalinya secara beruntun sejak 2022.

“Capaian prestasi ini tak lepas dari konsistensi performa atlet Jawa Tengah. Mereka adalah atlet yang telah tersaring dari Kejurprov Junior pada Mei, kemudian dipersiapkan untuk berjuang dan menampilkan yang terbaik di Kejurnas Junior ini,” ucap ucap Ketua Kontingen Jawa Tengah Martin Sudarmono.

Dia berharap potensi talenta atlet muda Jawa Tengah ini menjadi bekal untuk event selanjutnya seperti Popnas maupun Kejurnas Senior. Menurut dia, tantangan kali ini tidak mudah karena arah angin sering berubah cepat. Namun kejelian atlet membuat keputusan membawa anak panah mereka tepat target.

Cetak Regenerasi Atlet Panahan Berprestasi

Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perpani Abdul Razak mengatakan, penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 menjadi tolok ukur sekaligus bagian penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan olahraga panahan yang berkelanjutan. Para pemanah muda tak hanya memiliki wadah untuk berkompetisi namun juga kesempatan membentuk mental bertanding melalui penyelenggaraan berstandar internasional.

”Kualitas pemanah muda tahun ini semakin meningkat yang dapat dilihat dari perebutan perolehan medali yang sangat kompetitif. Ini sinyal yang positif untuk perkembangan olahraga panahan dalam artian pemanah dari berbagai daerah bisa saling bersaing dengan ketat,” papar Abdul Razak.

Dia berharap semakin banyak event berkualitas menjadi kawah candradimuka bagi atlet muda yang akan menjadi regenerasi pemanah senior. Pihaknya mengapresiasi Djarum Foundation yang menghadirkan fasilitas dan kualitas penyelenggaraan dengan standar mendekati Archery World Cup.

”Pengalaman seperti ini sangat penting agar atlet muda terbiasa dengan atmosfer pertandingan profesional dan siap bersaing ketika tampil di panggung internasional,” kata Razak.

Dia menambahkan, pembinaan olahraga panahan Indonesia sudah berada di jalur yang tepat melalui hadirnya kompetisi level nasional berjenjang dimulai dari usia dini sebagai pembiasaan diri. Hal ini tak lepas sebagai upaya untuk menyambung prestasi bagus yang selama ini telah dibina Perpani.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore