Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Juli 2026 | 04.41 WIB

906 Atlet dari 29 Provinsi Ramaikan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026

Sebanyak 906 atlet dari 29 provinsi bersaing di MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Kudus untuk mencari bibit panahan nasional. (Dok. IST) - Image

Sebanyak 906 atlet dari 29 provinsi bersaing di MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Kudus untuk mencari bibit panahan nasional. (Dok. IST)

JawaPos.com – Sebanyak 906 atlet dari 29 provinsi bersaing di MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Kudus. Jumlah peserta yang meningkat menjadi bukti positif regenerasi atlet panahan Indonesia menuju level internasional.

Ajang hasil kolaborasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, MilkLife, dan PB Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) itu menjadi wadah bagi para pemanah muda untuk membuktikan kemampuan sekaligus memperkuat regenerasi atlet panahan nasional.

Ketua Panitia Penyelenggara MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026, Vera Eka Wardani, mengatakan antusiasme peserta terus meningkat. Tahun ini jumlah atlet mencapai 906 orang, naik dibanding edisi sebelumnya yang diikuti 876 pemanah muda.

"Tak hanya dari jumlah yang meningkat, atmosfer kompetisi pada kejurnas tahun ini menjadi sangat kompetitif sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu barometer penting dalam peta pembinaan panahan nasional. Didukung dengan venue berstandar internasional, para atlet junior mendapat pengalaman menghadapi kompetisi kelas dunia sejak dini. MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior diharapkan dapat melahirkan generasi atlet panahan Indonesia yang unggul, tangguh, dan siap bersaing di panggung dunia," ujar Vera.

Pembinaan Berjenjang

MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk mengembangkan olahraga panahan di Indonesia.

Sebelumnya, bersama Perpani Kudus, rutin digelar MilkLife Archery Challenge yang menyasar pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) di Jawa Tengah dan sekitarnya.

"Dengan adanya MilkLife Archery Challenge untuk level pelajar SD dan MI serta Kejurnas Junior, kami berupaya membangun fondasi pembinaan panahan berjenjang yang diharapkan dapat menemukan bibit-bibit berkualitas sehingga cabang olahraga ini dapat berbicara banyak di level internasional. Semoga kita dapat melahirkan srikandi-srikandi baru seperti era Tiga Srikandi yang pernah meraih medali perak Olimpiade Seoul 1988," ujar Vera.

Pertandingkan Tiga Divisi

MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 mempertandingkan tiga divisi, yakni Nasional (U10, U13, U15, U18), Recurve (U13, U15, U18), dan Compound (U13, U15, U18).

Seluruh atlet lebih dulu menjalani babak kualifikasi sebelum memasuki fase eliminasi hingga partai final.

Pada divisi Nasional dan Recurve digunakan sistem set point, sedangkan divisi Compound menggunakan akumulasi skor dari lima seri.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore