
Veddriq Leonardo (Jonathan NACKSTRAND / AFP via Jawa Pos)
JawaPos.com - Veddriq Leonardo kembali mengharumkan nama Indonesia setelah merebut medali emas nomor speed putra pada World Climbing Series Chamonix 2026 di Prancis. Prestasi tersebut tidak hanya menegaskan dominasi Indonesia di nomor speed, tetapi juga dinilai semakin mengangkat nama Kota Pontianak di mata dunia.
Pada partai final yang mempertemukan dua atlet Merah Putih, Veddriq mengalahkan kompatriotnya, Antasyafi Robby Al Hilmi, dengan catatan waktu 4,89 detik. Sementara itu, Robby finis dalam 5,11 detik dan berhak atas medali perak. Hasil tersebut memastikan Indonesia menguasai dua posisi teratas pada kejuaraan bergengsi itu.
Medali perunggu diraih atlet Jepang, Ryo Omasa, yang mencatatkan waktu 4,701 detik pada perebutan tempat ketiga.
Bagi Veddriq, kemenangan ini memiliki makna yang sangat istimewa. Peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 itu mengaku telah lama menanti kembali naik ke podium tertinggi setelah sempat bergelut dengan cedera.
"Saya merasa luar biasa. Saya sangat bersyukur. Ini adalah medali emas pertama saya setelah Olimpiade dan butuh waktu yang lama untuk meraihnya. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang. Pencapaian ini sangat berarti bagi saya," ujar Veddriq, dikutip dari laman resmi World Climbing.
Ia mengungkapkan, proses menuju gelar juara kali ini tidak mudah karena belum sepenuhnya pulih dari cedera yang mengganggu program latihannya.
"Saya belum bisa memanjat dengan baik karena belum bisa berlatih secara maksimal. Saya sudah memberikan yang terbaik dan menurut saya ini adalah pencapaian yang luar biasa. Saya hampir tidak menyentuh dinding saat latihan, lalu langsung bertanding di Madrid, Krakow, dan sekarang di Chamonix. Saya benar-benar bersyukur atas hasil ini," katanya.
Keberhasilan Veddriq mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin. Menurutnya, prestasi yang terus ditorehkan atlet kelahiran Pontianak tersebut bukan hanya mengharumkan nama bangsa, tetapi juga menjadi promosi positif bagi daerah asalnya.
"Atlet panjat tebing asal Pontianak kembali mengharumkan nama Indonesia. Veddriq berhasil meraih medali emas usai menjadi juara nomor speed putra pada ajang World Climbing Series. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Pontianak," ujar Satarudin.
Ia menilai, setiap kali Veddriq tampil di panggung internasional, nama Kota Pontianak ikut diperkenalkan kepada masyarakat dunia. Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu memberikan dukungan yang lebih serius terhadap pembinaan olahraga, khususnya panjat tebing.
Baca Juga:Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Borong Dua Medali Emas di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2026
Menurut Satarudin, pembangunan sarana dan prasarana latihan panjat tebing yang representatif sudah menjadi kebutuhan agar lahir atlet-atlet muda yang mampu mengikuti jejak Veddriq.
"Kami berharap ke depan Pontianak memiliki fasilitas latihan panjat tebing yang lebih baik sehingga bisa melahirkan atlet-atlet berprestasi. Tidak menutup kemungkinan Pontianak menjadi salah satu barometer pembinaan panjat tebing nasional," katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan seorang atlet tidak hanya berdampak pada dunia olahraga. Prestasi tersebut juga dapat meningkatkan citra daerah sekaligus menjadi media promosi yang efektif.
"Melalui cerita Veddriq mengenai asal-usulnya, secara tidak langsung beliau turut mempromosikan Kota Pontianak. Semakin banyak orang mengenal Pontianak, semakin besar peluang mereka datang berkunjung," ujarnya.
Menurutnya, meningkatnya kunjungan masyarakat dari luar daerah akan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, terutama bagi sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
