
Qarrar Firhand raih gelar WSK Euro Series 2026. (Istimewa)
JawaPos.com - Pembalap muda Indonesia Qarrar Firhand kembali mencetak sejarah bagi motorsport nasional dengan meraih gelar WSK Euro Series 2026 kategori OK. Dia menjadi pembalap Indonesia pertama yang berhasil menjuarai salah satu kejuaraan karting bergengsi dan kompetitif di dunia.
Qarrar Firhand memastikan gelar juara setelah tampil dominan sepanjang musim dan mengunci posisi puncak klasemen kejuaraan yang tidak lagi dapat dikejar para pesaing. Prestasi tersebut semakin lengkap setelah dia menutup putaran final di Cremona Circuit, Italia, dengan meraih podium kedua dan mencatatkan Fastest Lap of the Race.
Perjalanan Qarrar Firhand menuju gelar juara diawali dengan performa impresif sepanjang akhir pekan di Cremona. Pembalap Ward Racing tersebut tampil sebagai yang tercepat pada sesi Qualifying Practice dengan meraih Pole Position berkat catatan waktu 47,900 detik.
Dominasi tersebut berlanjut dengan kemenangan di seluruh heat race serta kemenangan pada balapan Prefinal yang secara efektif memastikan gelar WSK Euro Series 2026 berada dalam genggamannya bahkan sebelum Final Race dimulai.
Final Race WSK Euro Series 2026 menjadi penutup yang sempurna bagi perjalanan Qarrar di dunia karting internasional. Memulai balapan dari posisi terdepan, Qarrar langsung mengambil alih pimpinan lomba sejak lap pertama.
Namun kemenangan balapan tidak datang dengan mudah. Pada lap kedua, pembalap Inggris Henri Domain berhasil memanfaatkan momentum di area chicane untuk melakukan manuver overtake dan merebut posisi pertama.
Sejak saat itu, kedua pembalap terlibat pertarungan berintensitas tinggi dengan selisih waktu yang sangat tipis. Alih-alih mengambil risiko berlebihan, Qarrar menunjukkan kedewasaan balap yang luar biasa.
Dengan gelar juara yang secara matematis sudah berada dalam genggaman, pembalap Indonesia tersebut memilih mengelola balapan secara cerdas sambil terus memberikan tekanan kepada pemimpin lomba hingga lap terakhir.
Ketika bendera finis dikibarkan, Qarrar menyelesaikan balapan di posisi kedua dengan selisih hanya 0,366 detik dari pemenang lomba. Meski gagal meraih kemenangan balapan, dia tetap menunjukkan kecepatan terbaiknya dengan mencatatkan Fastest Lap of the Race melalui waktu 47,600 detik, sekaligus menjadi catatan waktu tercepat sepanjang Final Race.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
