
Alexandra Eala Cetak Sejarah, Petenis Filipina Kalahkan Juara Bertahan Wimbledon. (Dok. Olympics)
JawaPos.com - Alexandra Eala mencetak sejarah. Petenis berusia 21 tahun itu menjadi petenis pertama asal Filipina yang mampu melaju ke babak keempat grand slam. Capaian itu terasa semakin spesial. Sebab, dia menumbangkan juara bertahan Iga Swiatek 7-6 (11-9), 6-2 tepat di Center Court Wimbledon pada Sabtu (4/7).
Setelah laga Eala menyampaikan speech emosional. “Mungkin bagi seseorang seperti Iga yang telah memenangkan begitu banyak grand slam atau seseorang seperti Serena atau Venus, pencapaian ini tampak kecil. Tetapi bagi seseorang yang tumbuh di Filipina…” ucap Eala menahan isak tangis disambut gemuruh tepuk tangan ribuan penonton.
“Aku pergi berlatih bersama saudara laki-lakiku dan kakekku setiap hari sepulang sekolah, dengan kaus kakiku yang kusut, sepatu ketsku yang tinggi, dan pipiku yang tembem, jadi baginya ini adalah segalanya.”
Swiatek bukanlah sosok asing bagi Eala. Tiga tahun lalu, dia menerima ijazah kelulusannya dari Akademi Rafael Nadal langsung dari tangan pemilik enam gelar grand slam tersebut. Saat itu, Swiatek masih menyandang status sebagai petenis nomor satu dunia.
Dalam pidato kelulusan tersebut, Swiatek sempat berpesan agar para alumni selalu memberikan kemampuan terbaik. “Saya harap kalian selalu gigih. Apa pun yang kalian lakukan nanti, lakukanlah dengan sebaik mungkin sehingga pada akhirnya tidak ada penyesalan,” kata Swiatek ketika itu dikutip dari BBC.
Eala mulai dikenal setelah menjuarai US Open Junior 2022. Dia tercatat sebagai petenis putri Filipina pertama yang berhasil merebut gelar grand slam junior. Popularitasnya menanjak setelah dia tampil mengejutkan di Miami Open 2025. Berada di luar 100 besar dunia, Eala melaju ke semifinal dengan mengalahkan Swiatek, Jelena Ostapenko, dan Madison Keys.
Momentum itu terus berlanjut hingga Eala kini menembus 30 besar dunia. Kesuksesan tersebut ikut membangkitkan antusiasme tenis di Filipina. Setiap kali Eala tampil di grand slam, antrean penonton selalu mengular. Di negaranya, pertandingan Eala pun kerap ditonton bersama karena dianggap sebagai kebanggaan nasional.
Namun, Eala mengatakan besarnya dukungan tersebut tidak membuat dia berubah. “Saya sangat bersyukur atas semua dukungan yang saya terima. Tetapi saya, tim, dan keluarga saya yang menghabiskan waktu berjam-jam di lapangan setiap hari. Etos kerja itulah yang membuat saya tetap membumi.”

Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Kirim Pulang Tuan Rumah
Kontroversial! Wasit Inggris Anthony Taylor Pimpin Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026, Rekam Jejak Jadi Sorotan
Daftar 32 Negara Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dirilis Iran, Indonesia Tak Masuk, Warganet Bertanya-tanya
Arogan Tonjok Pengendara di Jalan Jagakarsa, 'Bang Jago' Tak Berdaya Ditangkap di Rumahnya
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Bungkam Tuan Rumah
