Logo JawaPos

Bukti Bulu Tangkis Indonesia Tak Lagi Disegani! Kali Pertama Tersingkir di Fase Grup Thomas Cup

Tim Thomas Cup Indonesia ukir sejarah buruk dengan gagal lolos dari fase grup usai kalah dari Prancis 1-4 (instagram.com/@badminton.ina) - Image

Tim Thomas Cup Indonesia ukir sejarah buruk dengan gagal lolos dari fase grup usai kalah dari Prancis 1-4 (instagram.com/@badminton.ina)

JawaPos.com - Sejak berpartisipasi di Piala Thomas pada 1958, baru kali ini Indonesia tersingkir di fase grup.  Ya, skuad Merah Putih gagal lolos fase knockout setelah ditaklukkan Prancis dengan skor telak 1-4 pada laga penentuan Grup D di Forum Horsens, Denmark, Rabu (29/4).

Pengamat bulu tangkis Broto Happy menilai, itu merupakan sejarah kelam. ‘’Ya, baru kali ini kan, di kepengurusan ini kan, itu sebuah tamparan keras bagi kita," kata Broto saat dihubungi Jawa Pos, Rabu (29/4).

Broto menuturkan, secara skuad pemain yang dibawa ke Piala Thomas adalah komposisi terbaik. "Tapi, tersingkir di fase grup,  itu menunjukkan bahwa kita bukan negara yang disegani lagi di pentas bulu tangkis dunia," paparnya.

Sejak mendengar Indonesia satu grup dengan Prancis, Broto sudah mengingatkan bahwa negara ini bukanlah sekadar kuda hitam. "Tapi bisa jadi penghambat laju Indonesia. Ternyata benar. Jadi sayang banget," katanya 

Broto menegaskan, setelah ini, PBSI disebutnya harus benar-benar evaluasi. "Jangan hanya ngomong evaluasi, kita kan setelah kalah evaluasi, setelah kalah evaluasi, tapi tidak pernah disampaikan ke publik. Evaluasinya apa, hasilnya apa, kemudian setelah itu, apa yang dievaluasi itu apa," ucapnya.

Dia mencobtohkaan jika ada ember yang bocor, tentu harus tahu apa yang harus dilakukan.

"Ditambal, atau apa, beli ember baru, kira-kira gitu loh. Tapi kan tidak pernah disampaikan. Yang muncul di permukaan semua, ya setelah kalah kita akan evaluasi, kita akan evaluasi, tapi evaluasinya apa tidak tahu," ketusnya.

Harus Ada Perubahan Pembinaan

Eks ganda putra Candra Wijaya juga bersuara.  Dia kaget dengan kegagalan tim Thomas Indonesia. ''Tapi memang saya tidak tahu kondisi di lapangan seperti apa sebenarnya, saya cukup optimistis dengan tim ini,'' tuturnya. 

Candra menuturkan, apa yang terjadi dengan tim Thomas Indonesia saat ini adalah hasil pembinaan dari 5-10 tahun ke belakang. Artinya, harus dievakuasi apa yang salah dengan pembinaan selama ini.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore