
Ilustrasi: MotoGP. (Istimewa)
JawaPos.com - Wacana soal perubahan besar di dunia MotoGP kembali mencuat. Dikutip dari autosport.com, Liberty Media disebut-sebut ingin membawa konsep baru dengan meniru Formula 1, yakni mewajibkan setiap pabrikan memiliki pembalap cadangan permanen.
Untuk diketahui bahwa di F1, sistem ini sudah berjalan cukup lama. Setiap tim wajib memiliki pembalap cadangan yang siap menggantikan pembalap utama jika berhalangan tampil. Namun, ide serupa di MotoGP ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Sejumlah pihak di paddock MotoGP justru meragukan wacana tersebut bisa benar-benar diterapkan dalam waktu dekat.
Bahkan, beberapa petinggi tim dan pembalap aktif sudah memberikan pandangannya terkait rencana ini.
Berikut tiga alasan utama mengapa MotoGP dinilai sulit menerapkan sistem pembalap cadangan permanen seperti di F1.
Baca Juga:9 Spot Nasi Pecel di Malang Paling Enak: Bumbu Kacang yang Juara dan Cita Rasa Bintang Lima
1. Sulit Cari Pembalap dengan Level Setara
Masalah pertama dan paling mendasar adalah kualitas pembalap. Di MotoGP, level kompetisi sangat tinggi dan ketat. Para pembalap reguler sudah berada di tingkat performa terbaik dunia.
Manajer tim Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, menilai sulit menemukan 11 pembalap di luar grid yang benar-benar siap bersaing di level MotoGP secara konsisten.
Bahkan pembalap yang kembali dari cedera pun sering butuh waktu untuk kembali ke performa terbaiknya.
Hal ini membuat posisi pembalap cadangan tidak bisa sekadar diisi oleh rider biasa. Mereka harus benar-benar siap tempur, bukan hanya “pengganti darurat”.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022