Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 Maret 2026, 03.00 WIB

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin Incar Gelar Orleans Masters, Anggap Tak Seketat All England dan Swiss Open

Ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin saat tampil di babak pertama All England 2026 di Utilitta Arena Birmingham, Birmingham. (PBSI/Antara) - Image

Ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin saat tampil di babak pertama All England 2026 di Utilitta Arena Birmingham, Birmingham. (PBSI/Antara)

JawaPos.com – Ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin melihat peluang besar pada ajang Orléans Masters 2026. Dibanding turnamen elite seperti All England Open dan Swiss Open, level persaingan di Orléans dinilai tidak seketat dua turnamen tersebut.

Momentum itu langsung dimanfaatkan dengan baik. Turun di babak 32 besar, pasangan unggulan kedua ini sukses menyingkirkan wakil Singapura Donovan Willard Wee/Jia Hao Howin Wong dengan skor meyakinkan 21-13, 21-16 di Palais des Sports, Orleans, Prancis (17/3).

”Kalau dilihat, memang tidak seketat All England atau Swiss Open. Kami mau memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” ujar Raymond.

Raymond/Joaquin gagal bersinar pada All England 2026 dan Swiss Open 2026. Pada All England 2026, Raymond/Joaquin kandas di semifinal usai kalah 19-21, 13-21 oleh pasangan ganda Korea Selatan Kim Won-ho/Seo Seung-jae. Kemudian, prestasi Raymond/Joaquin anjlok pada Swiss Open 2026. Mereka sudah tersingkir pada babak 32 Besar usai takluk 17-21, 17-21 oleh pasangan Taiwan Lin Bing-Wei/Chen Cheng-Kuan.

Karena itu, Oleans Masters 2026 diharapkan menjadi titik balik Raymond/Joaquin. Meski demikian, Raymond menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh membuat mereka lengah. Status sebagai unggulan kedua juga tidak ingin dijadikan beban tambahan. Sebaliknya, mereka memilih fokus pada peningkatan performa dari pertandingan ke pertandingan.

”Kami tetap harus lebih fokus. Masih banyak yang harus diperbaiki dari laga ini,” lanjutnya.

Selain faktor persaingan, tantangan lain datang dari kondisi teknis di lapangan. Joaquin menyebut shuttlecock yang digunakan di Orléans terasa lebih cepat dibandingkan turnamen sebelumnya. Hal itu membuat mereka harus cepat beradaptasi agar tidak kehilangan kontrol permainan.

”Kondisi shuttlecock di sini cukup kencang. Berbeda dengan di All England atau Swiss Open. Jadi kami harus cepat menyesuaikan strategi,” jelas Joaquin.

Sebelum bertanding, mereka bahkan sempat mencari referensi dari seniornya, Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana, yang sudah lebih dulu merasakan kondisi lapangan. Hasilnya, mereka datang dengan persiapan yang lebih matang, terutama dalam menjaga fokus sejak awal laga.

”Kami sudah dapat gambaran kalau shuttlecock di sini kencang. Jadi fokus benar-benar harus dijaga,” tambahnya. 

Di luar faktor teknis, Joaquin juga membawa kabar positif soal kondisi fisiknya. Ia mengaku masalah kapalan di tangannya yang sempat mengganggu kini mulai membaik. 

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore