
Lando Norris. (Instagram @mclaren)
JawaPos.com - Regulasi baru Formula 1 2026 resmi diterapkan mulai Grand Prix Australia sepanjang akhir pekan lalu. Para pembalap mengendarai mobil yang lebih kecil dan ringan dengan power unit hybrid 50:50 antara pembakaran internal dan energi listrik.
Selain itu, ada juga sejumlah fitur baru seperti sistem aerodinamika aktif. Yakni sayap depan dan belakang yang bisa berubah. Lalu, ada juga overtake mode, yaitu sebuah sistem bantuan menyalip menggantikan DRS (Drag Reduction System) pada era sebelumnya.
Meski begitu, perubahan itu tidak sepenuhnya disambut positif. Sejumlah pembalap menilai karakter balapan kini jadi terlalu bergantung pada manajemen energi. Driver tidak hanya fokus mencari celah untuk menyalip, tapi juga harus memutar otak untuk mengelola baterai.
Baca Juga:Arvid Lindblad Ingin Jadi Pesaing tanpa Ampun, Sukses Cetak Poin dalam Debut F1 di GP Australia
Norris Keluhkan Super-Clipping
Juara dunia bertahan Lando Norris menjadi salah satu yang mengkritik. Mobil McLaren generasi terbaru jauh lebih sulit dikendarai dibandingkan mobil F1 sebelumnya. “Kami memulai dari mobil terbaik yang pernah dibuat, dan yang paling enak untuk dikendarai (musim lalu), jadi mungkin yang terburuk (musim ini),” kata Norris dikutip dari Motorsport.
Dia kemudian menyoroti fenomena super-clipping, yaitu mobil yang bisa tiba-tiba kehilangan tenaga saat sistem memanen energi listrik. Situasi itu membuat mobil sering melambat sebelum tikungan, meski pedal gas ditekan penuh.
“Terkadang kami menekan lebih keras, kehilangan baterai, dan mobil menjadi lebih lambat,’’ keluhnya.
Keluhan juga disuarakan pembalap Haas Esteban Ocon. Dia merasa makin suliut mempertahankan posisi dengan mobil baru.
“Setelah menggunakan tombol boost, kami belum tentu bisa menyalip, atau bahkan saat menyalip, kami akan kembali rentan (disalip) pada lintasan lurus berikutnya,” tutur pembalap 29 tahun itu.
Terjadi 120 Aksi Saling Salip
Fenomena tersebut memang jelas terlihat saat balapan di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Minggu (8/3). Tercatat, ada 120 aksi saling menyalip. Itu jauh lebih banyak dibanding 45 overtaking pada GP Australia musim lalu.
Pemenang balapan, George Russell bahkan sempat terlibat duel sengit di awal dengan pembalap Ferrari Charles Leclerc. Tercatat, keduanya saling bertukar posisi hingga tujuh kali dalam sembilan lap pertama, sebelum akhirnya Russell unggul sekitar 15 detik dari Leclerc yang finis di posisi ketiga.
Saat beberapa kritik muncul, Russell justru menganggap positif regulasi baru. “Setiap orang sangat cepat mengkritik sesuatu,” ujar pembalap Mercedes itu. “Saya pikir kita harus memberikan kesempatan dan melihatnya setelah beberapa balapan lagi.”
Sementara, juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton juga memilih respons positif. Pembalap Ferrari itu finis di posisi empat di Melbourne. “Saya secara pribadi menyukainya. Menurut saya sangat menyenangkan untuk berkendara selama balapan.”

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
