
Pembalap Mercedes George Russell dan Kini Antonelli. (Instagram @mercedesmgf1)
JawaPos.com - Prediksi bahwa Mercedes bakal mendominasi balapan pembuka Formula 1 2026 benar-benar menjadi kenyataan. Disebut sebagai satu-satunya tim yang mampu memanfaatkan celah regulasi baru rasio kompresi power unit, Mercedes kemarin (8/3) berhasil finis satu-dua di Sirkuit Albert Park, Melbourne.
George Russell finis 2,974 detik di depan rekan satu timnya, Kimi Antonelli. Kedua pembalap Mercedes itu unggul atas duo Ferrari, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton yang melengkapi posisi empat besar. Keunggulan Russell atas Leclerc cukup signifikan, hingga 15 detik.
Meski begitu, Russell sebenarnya sempat terlibat duel dengan Leclerc di sepuluh lap pertama. Strategi pengereman agresif, pengaturan active aero, serta manajemen energi baterai membuat duel Russell-Leclerc berlangsung seperti efek ‘yo-yo’: keduanya saling menyalip dan bergantian memimpin balapan.
Namun dinamika balapan berubah setelah dua kali Virtual Safety Car (VSC). Ferrari memilih tidak langsung melakukan pit stop. Sebaliknya, Mercedes memanfaatkan momentum untuk mengganti ban lebih awal. Keputusan strategi itu akhirnya merugikan Ferrari.
Baca Juga:Proliga: Jakarta Pertamina Enduro Berikan Klarifikasi, Kepten Tisya Amallya Putri Dipecat?
VSC Bukan Penyebab Kegagalan
Saat Leclerc masuk pit pada lap ke-25, dia kembali ke lintasan dengan selisih sekitar 16 detik di belakang Russell. Namun, Leclerc menganggap VSC bukan satu-satunya penyebab Ferrari gagal menang. Dia mengakui mobil Mercedes lebih cepat.
“Mungkin saya salah, tapi saya rasa tidak (karena VSC),” kata Leclerc saat menjawab pertanyaan Jenson Button soal VSC di parc ferme.
Yang jelas, keberhasilan finis satu-dua di Melbourne bisa jadi pertanda dominasi Mercedes di era regulasi baru. Setidaknya, situasi itu diperkirakan bakal bertahan hingga pertengahan musim, sebelum prosedur pengujian rasio kompresi baru diberlakukan mulai 1 Juni 2026 mendatang.
Meski begitu, Russell menilai keunggulan timnya di Melbourne kemarin tidak sebesar yang terlihat dari hasil akhir. “Mungkin kami memiliki keunggulan kecepatan sepersepuluh atau dua persepuluh detik, tetapi bukan tujuh persepuluh detik seperti yang kami lihat sebelumnya,” kata Russell kepada Sky Sports.
Verstappen Belum Puas
Di sisi lain Max Verstappen kemarin tampil cukup impresif. Start dari posisi buncit karena crash saat sesi kualifikasi, juara dunia empat kali itu finis di posisi enam. Namun, hasil itu belum membuat Verstappen merasa puas dengan mobil Red Bull RB26.
“Tidak (menikmati balapan). Maksudku, tentu saja, aksi menyalip itu menyenangkan, tapi aku juga balapan dengan mobil dua detik lebih lambat,” kata Verstappen kepada Sky Sports. “Mereka (Mercedes) pasti akan cepat dimanapun. Sedangkan kami perlu melihat setiap trek satu per satu. Pada akhirnya, tujuan kami adalah meraih posisi teratas.”
Hasil F1 GP Australia 2026

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
