Atlet panahan peraih medali emas SEA Games 2025 Diananda Choirunisa berfoto bersama putri pertamanya usai bertanding di lapangan sepakbola SAT Bangkok, Rabu (17/12/2025). (ANTARA/Aditya Ramadhan)
JawaPos.com - Angin di lapangan panahan SEA Games 2025, SAT, Bangkok, hembusannya berubah cepat, kadang menguat, kadang menghilang, membuat atlet harus pandai-pandai membaca ulang setiap keputusan.
Diananda Choirunisa merasakannya sejak awal. Anginnya menguji teknik, dan juga menantang keberanian mengambil risiko.
Di tengah kondisi itu, atlet yang akrab disapa Anis ini menutup kompetisinya dengan dua medali emas. Yang dia bilang, hasil dari kerja tim selama setahun penuh, patut disyukuri.
Target pribadinya memang lebih tinggi, tetapi dua emas sudah cukup menjadi penegas bahwa proses panjang yang ia jalani tidak melenceng.
Beberapa jam sebelum bertanding, Anis baru menyadari satu hal lain yang tak kalah penting: ia sedang hamil.
Tanpa rencana dan tanpa persiapan mental, kabar itu datang begitu saja. Ia menerimanya dengan tenang. Tidak panik.
Baginya, itu bagian dari rezeki, karunia Tuhan, datang bersamaan dengan kesempatan bertanding di panggung olahraga Asia Tenggara.
Tapi, sungguh si bayi amat pengertian. Rasa mual trimester pertama kehamilan hanya hadir di pagi dan malam hari, tetapi menghilang ketika ia mulai membidik.
Fokus tidak terbelah. Ia bertanding seperti biasa, seolah tubuh dan pikirannya sepakat untuk menjaga ritme hingga pertandingan selesai.
Di babak penentuan, skor sempat berjalan di angka yang tidak menguntungkan. Beberapa kali anak panah berhenti di tujuh, yang membuat keunggulan Anis memudar.
Di titik itu, Anis tidak mengubah teknik secara drastis. Ia memilih mempercayai kemampuannya sendiri, satu keputusan mental yang kemudian membuka jalan menuju angka sempurna.
Pelatih panahan Indonesia, Hendra Setijawan, menyaksikan langsung situasi tersebut. Ia menilai kondisi angin saat itu tergolong ekstrem, bahkan bisa menghilangkan kestabilan bidikan hingga separuhnya.
Dalam situasi seperti itu, menurut Hendra, ruang untuk koreksi teknis hampir tidak ada. Yang tersisa hanyalah ketegasan mengambil keputusan.
Hendra melihat Anis sebagai atlet dengan karakter berani. Dalam latihan, dia tidak terlalu terpaku pada skor, melainkan pada rasa dan alur gerak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022