
PB Padel Indonesia mempersiapkan Timans Padel Indonesia agar bisa bertanding dan berbicara banyak di Asian Games 2026. (Dok: PBPI)
JawaPos.com - Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) melakukan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertamanya pada Kamis (4/12). Agenda jadi momentum PBPSI membahas laporan kerja sepanjang 2025 dan menyusun langkah strategis untuk tahun depan, termasuk untuk berpartisipasi dalam Asian Games 2026.
Rakernas PBPI 2025 berlangsung di Hotel Grandhika Iskandarsyah, Jakarta Selatan, Kamis (4/11). Kegiatan ini diikuti oleh 15 pengurus provinsi (Pengprov).
Ketua Umum PBPI Galih Dimuntur Kartasasmita menuturkan pihaknya memaparkan evaluasi program nasional, capaian prestasi internasional, hingga arah pembinaan menuju kejuaraan besar tahun depan. Apalagi padel punya peluang untuk masuk ke dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
“Karena ini rakernas pertama, pembahasannya sangat panjang. Ada 15 provinsi yang hadir, dan kami menyampaikan seluruh laporan kegiatan 2025—mulai dari Sirnas hingga capaian prestasi di Doha,” ujar Galih dalam jumpa pers di Jakarta.
Galih menambahkan, 2026 menjadi fase penting karena bertepatan dengan penyelenggaraan Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang. PBPI pun terus menyiapkan rencana pembinaan yang lebih komprehensif untuk memastikan tim nasional memiliki kesiapan optimal menghadapi kompetisi Asia tertinggi tersebut.
“Fokus utama kami adalah Asian Games Nagoya. Selain itu ada beberapa program lain yang harus kami siapkan secara matang,” ucapnya.
PBPI disebut Galih juga memfokuskan kebutuhan peningkatan kekuatan Timnas Padel Putri Indonesia, yang sukses mencetak sejarah dengan menjadi semifinalis FIP Asia Cup 2025.
Tim yang telah berprestasi di Doha itu bakal kembali mengikuti seleksi nasional (seleknas) untuk menambah kedalaman skuat. PBPI juga memperkirakan akan ada penambahan nomor pertandingan di Nagoya.
“Kalau benar ada empat nomor, berarti akan ada penambahan empat atlet dari tim Doha. Total bisa mencapai 20 atlet,” tutur Galih.
Sejumlah agenda persiapan pun telah disusun oleh PBPI. Termasuk rencana uji coba internasional serta training camp (TC) di berbagai negara.
Bahkan PBPI disebut Galih juga sudah menerima tawaran dari beberapa negara untuk melakoni laga persahabatan, mulai dari Jepang, Arab Saudi, hingga negara-negara Eropa seperti Slovenia.
“Tahun depan juga ada event di Thailand yang bisa dimanfaatkan untuk persiapan. Minimal ada enam ajang FIP yang bisa diikuti,” jelasnya.
Terkait peta persaingan pada Asian Games 2026, Galih menilai akan semakin variatif. Selain negara-negara yang sudah ditemui di Doha, beberapa negara lain diprediksi ikut bertanding. Hal itu berlaku untuk tim putra maupun putri.
Karena itu, Halih meminta Timnas Padel Indonesia untuk lebih fokus dalam mempersiapkan diri.
“Peta persaingannya mirip dengan Doha, tapi ada negara yang belum kami temui seperti Taiwan, Hong Kong, dan Malaysia yang baru bergabung. Tentu peta kekuatan berubah. Prestasi kemarin membuat negara lain mewaspadai Indonesia,” tegasnya.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
