IOC siapkan larangan bermain bagi atlet transgender. (@thepeacepoet99/X)
JawaPos.com - Komite Olimpiade Internasional (IOC) dilaporkan sedang menyiapkan kebijakan baru yang berpotensi melarang atlet transgender dan atlet dengan perbedaan perkembangan jenis kelamin (DSD) tampil di ajang Olimpiade kategori wanita. Kebijakan ini diprediksi akan berlaku pada Olimpiade Los Angeles 2028.
Di bawah kepemimpinan Presiden baru, Kirsty Coventry, IOC disebut sedang dalam tahap pembahasan akhir mengenai aturan yang melarang atlet dengan keadaan biologis berjenis kelamin lahir laki-laki untuk bertanding di kategori wanita.
Kebijakan ini muncul setelah serangkaian kontroversi dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu yang paling menonjol ialah keikutsertaan Laurel Hubbard, atlet angkat besi asal Selandia Baru yang menjadi perempuan transgender pertama tampil di Olimpiade Tokyo 2020.
Meski gagal menyelesaikan angkatan, kehadiran Hubbard memicu perdebatan tentang keadilan kompetisi antara atlet transgender dan perempuan biologis.
Selain Hubbard, beberapa atlet lain yang disebut akan terdampak oleh kebijakan baru ini antara lain Imane Khelif, Chelsea Wolfe, Lia Thomas, dan Emily Bridges.
Imane Khelif, petinju asal Aljazair sempat menjadi sorotan dunia setelah meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024. Namun, kemenangannya memunculkan kontroversi karena Khelif sebelumnya diduga gagal dalam uji kelayakan gender di kejuaraan dunia.
Meski Khelif menolak anggapan tersebut dan membawa kasusnya ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), Khelif tetap dianggap berisiko tidak lolos seleksi Olimpiade berikutnya jika aturan baru IOC diberlakukan.
Sementara itu, Chelsea Wolfe, atlet BMX asal Amerika Serikat, sebelumnya telah merasakan dampak pembatasan serupa dari federasi sepeda dunia (UCI).
Wolfe pernah menjadi atlet cadangan tim nasional Amerika Serikat untuk Olimpiade Tokyo 2021, tetapi tidak diizinkan tampil di ajang berikutnya akibat regulasi baru yang membatasi pesepeda transgender.
Nama lain yang juga mendapat berpotensi tidak dapat tampil ialah Lia Thomas, perenang asal Amerika Serikat yang mencatat sejarah pada 2022 sebagai transgender pertama yang menjuarai kompetisi renang perguruan tinggi.
Meskipun demikian, Thomas kemudian dilarang bertanding oleh World Aquatics karena transisinya dilakukan setelah usia 12 tahun, batas yang ditetapkan untuk memenuhi syarat kompetisi di kategori wanita.
Terakhir, Emily Bridges, pesepeda asal Inggris yang sebelumnya juga telah dilarang bertanding oleh Union Cycliste Internationale (UCI) karena kebijakan serupa.
Bridges mengaku kehilangan semangat untuk berkompetisi setelah keputusan tersebut, bahkan menyebut sebagian besar hidupnya seolah telah hilang akibat larangan itu.
Menurut laporan Daily Mail, aturan itu diperkirakan akan diterapkan setelah Olimpiade Musim Dingin 2026 dan mulai diberlakukan secara penuh di Olimpiade Los Angeles 2028.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
