Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Oktober 2025 | 22.59 WIB

Pembalap F1 Hadapi Panas Ekstrem di GP Singapura, FIA Wajibkan Pemakaian Rompi Es Demi Keselamatan

Pembalap F1 gunakan rompi es untuk hindari panas ekstrem di Singapura. (Instagram @f1). - Image

Pembalap F1 gunakan rompi es untuk hindari panas ekstrem di Singapura. (Instagram @f1).

JawaPos.com - Gelaran Formula 1 Grand Prix Singapura tahun ini akan mencatat sejarah baru. Pertama kalinya, Federasi Automobil Internasional secara resmi menetapkan balapan ini sebagai bahaya panas atau heat hazard.

Suhu di dalam kokpit yang mencapai 60 derajat celcius membuat para pembalap dituntut menggunakan cara ekstrem agar tetap bertahan di lintasan.

Dilansir dari Daily Mail (3/10), para pembalap Formula 1 akan menggunakan rompi es (ice vests) pada Minggu (5/10) di Singapura. Alat ini dinilai mampu membantu menurunkan suhu tubuh di tengah kondisi tropis yang sangat melelahkan.

Federasi Automobil Internasional (FIA) selaku badan pengatur resmi F1 mengambil langkah ini setelah meninjau dampak ekstrem dari balapan di lintasan Singapura yang dikenal panas dan lembap.

Dengan tingkat kelembapan mencapai 90 persen dan suhu di kokpit lebih dari 60 derajat celcius, Singapura saat ini menjadi salah satu venue tersulit selain Qatar dan Malaysia. Beberapa pembalap bahkan dilaporkan sempat kolaps usai menyelesaikan balapan di kondisi serupa.

Bahkan, karena tuntutan fisik dari iklim dan sirkuit, pembalap dapat kehilangan berat badan sebanyak 3 kilogram selama balapan di Singapura.

Pembalap Mercedes sekaligus Direktur Grand Prix Drivers’ Association, George Russell mengungkapkan dirinya sudah mencoba rompi es dalam balapan sebelumnya. Russell kembali akan menggunakannya di GP Singapura.

“Tidak semua orang merasa nyaman, tetapi seiring waktu rompi es dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pembalap. Dengan kondisi 60 derajat di kokpit, ini seperti sauna berjalan. Jadi, menurut saya semua pembalap menyambutnya,” kata Russell seperti dikutip dari Daily Mail (3/10).

Selain menggunakan rompi es, strategi lainnya ialah dengan menambah cairan tubuh dan latihan dalam kondisi panas menyerupai sauna. FIA juga menegaskan bahwa aturan baru yang menetapkan GP Singapura sebagai balapan dengan bahaya panas merupakan langkah pencegahan untuk menjaga keselamatan pembalap.

Russell sendiri optimis mampu bertahan meski sedang memulihkan diri dari virus yang sempat dialaminya saat di Baku, Azerbaijan.

“Sebanyak 25 lap terakhir akan sulit, tapi saya akan baik-baik saja,” jelas Russell.

Dengan kondisi lintasan yang ekstrem dan berbekal rompi es, F1 Singapura tahun ini akan menguji daya tahan tubuh para pembalap selama 62 lap penuh.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore