
Pembalap F1 gunakan rompi es untuk hindari panas ekstrem di Singapura. (Instagram @f1).
JawaPos.com - Gelaran Formula 1 Grand Prix Singapura tahun ini akan mencatat sejarah baru. Pertama kalinya, Federasi Automobil Internasional secara resmi menetapkan balapan ini sebagai bahaya panas atau heat hazard.
Suhu di dalam kokpit yang mencapai 60 derajat celcius membuat para pembalap dituntut menggunakan cara ekstrem agar tetap bertahan di lintasan.
Dilansir dari Daily Mail (3/10), para pembalap Formula 1 akan menggunakan rompi es (ice vests) pada Minggu (5/10) di Singapura. Alat ini dinilai mampu membantu menurunkan suhu tubuh di tengah kondisi tropis yang sangat melelahkan.
Federasi Automobil Internasional (FIA) selaku badan pengatur resmi F1 mengambil langkah ini setelah meninjau dampak ekstrem dari balapan di lintasan Singapura yang dikenal panas dan lembap.
Dengan tingkat kelembapan mencapai 90 persen dan suhu di kokpit lebih dari 60 derajat celcius, Singapura saat ini menjadi salah satu venue tersulit selain Qatar dan Malaysia. Beberapa pembalap bahkan dilaporkan sempat kolaps usai menyelesaikan balapan di kondisi serupa.
Bahkan, karena tuntutan fisik dari iklim dan sirkuit, pembalap dapat kehilangan berat badan sebanyak 3 kilogram selama balapan di Singapura.
Pembalap Mercedes sekaligus Direktur Grand Prix Drivers’ Association, George Russell mengungkapkan dirinya sudah mencoba rompi es dalam balapan sebelumnya. Russell kembali akan menggunakannya di GP Singapura.
“Tidak semua orang merasa nyaman, tetapi seiring waktu rompi es dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pembalap. Dengan kondisi 60 derajat di kokpit, ini seperti sauna berjalan. Jadi, menurut saya semua pembalap menyambutnya,” kata Russell seperti dikutip dari Daily Mail (3/10).
Selain menggunakan rompi es, strategi lainnya ialah dengan menambah cairan tubuh dan latihan dalam kondisi panas menyerupai sauna. FIA juga menegaskan bahwa aturan baru yang menetapkan GP Singapura sebagai balapan dengan bahaya panas merupakan langkah pencegahan untuk menjaga keselamatan pembalap.
Russell sendiri optimis mampu bertahan meski sedang memulihkan diri dari virus yang sempat dialaminya saat di Baku, Azerbaijan.
“Sebanyak 25 lap terakhir akan sulit, tapi saya akan baik-baik saja,” jelas Russell.
Dengan kondisi lintasan yang ekstrem dan berbekal rompi es, F1 Singapura tahun ini akan menguji daya tahan tubuh para pembalap selama 62 lap penuh.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
