CBC Season 2, gaya baru e-sport di Indonesia, kompetisi yang berkutat di bidang keamanan siber. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com – E-sports di Indonesia selama ini identik dengan game populer seperti Mobile Legends atau PUBG Mobile. Namun, wajah baru muncul lewat Cyber Breaker Competition (CBC) Season 2, ajang yang memperlihatkan bahwa e-sports bisa berkembang lebih jauh, bahkan masuk ke ranah keamanan siber.
Digagas oleh Perisai Cybersecurity bersama Team RRQ, kompetisi ini menggabungkan format Capture The Flag (CTF) khas hacker dengan atmosfer pertandingan e-sports. Konsep ini menghadirkan gaya baru: pertandingan teknis yang serius dibalut hiburan digital yang inklusif.
“Cybersecurity kini tidak lagi membosankan. Dengan pendekatan esports, generasi muda bisa lebih antusias belajar soal keamanan digital,” kata Deden Gobel, CTO Peris.ai Cybersecurity ditemui di Jakarta, Minggu (14/9).
Menariknya, CBC Season 2 menggunakan sistem 2 vs 2, mirip pertandingan game kompetitif. Bedanya, bukan hanya adu strategi di arena virtual, melainkan adu kecerdikan dalam memecahkan tantangan keamanan siber.
Format ini menghadirkan keseruan baru bagi peserta sekaligus penonton yang terbiasa dengan dinamika esports.
CEO Team RRQ, Andrian Pauline menilai, e-sports memang menjadi pintu masuk efektif bagi anak muda. “Kalau biasanya esports hanya mengarahkan pada industri game, sekarang bisa menjembatani mereka ke bidang strategis seperti keamanan siber,” ujarnya.
Tahun ini, sebanyak 619 peserta dari seluruh Indonesia ikut bersaing, melewati babak Qualification, Swiss Stage, Knockout, hingga Grand Final offline di Auditorium Cyber UNAS, Jakarta Selatan (13–14 September 2025). Acara ini disiarkan langsung dan ditonton lebih dari 3.500 audiens digital.
Dukungan pemerintah turut menegaskan pentingnya inovasi ini. Deputi BSSN, Slamet Aji Pamungkas, menyebut kompetisi ini strategis untuk melahirkan talenta keamanan digital nasional. Sementara Kemenparekraf menilai keamanan siber bisa dilihat sebagai peluang ekonomi kreatif baru.
Cyber Breaker Competition menjadi penanda bahwa e-sports di Indonesia mulai berevolusi. Dari sekadar game kompetitif, kini e-sports juga bisa menjadi wadah edukasi, membangun kesadaran publik, sekaligus mencetak SDM digital yang berdaya saing global.
Dengan dukungan lintas industri dan pemerintah, gaya baru e-sports ini berpotensi memperluas makna olahraga digital di Indonesia: bukan hanya soal hiburan, tetapi juga tentang menjaga masa depan keamanan data bangsa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022