
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Ester Nurumi Tri Wardoyo terjatuh saat gagal mengembalikan kok ke arah lawannya tunggal putri China Wang Zhi Chi dalam babak 16 besar Indonesia Open 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2024).
JawaPos.com - Teka-teki menghilangnya Ester Nurumi Tri Wardoyo dari turnamen internasional akhirnya terjawab. Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia itu ternyata mengalami cedera pangkal tulang kering dan diprediksi pulih pada tahun depan.
Ester Nurumi sudah cukup lama tak terlihat dari rangkaian turnamen. Terakhir kali dia beraksi adalah pada 6 Mei 2025, di mana adik Chico Aura Dwi Wardoyo itu tampil dalam ajang Taipei Open 2025.
Namun laju Ester dalam turnamen itu tak melaju jauh. Dia langsung tersisih di babak pertama karena menelan kekalahan dari wakil Thailand, Pitchamon Opathniputh.
Menghilangnya Ester menimbulkan tanda tanya. Kini setelah empat bulan akhirnya PP PBSI buka suara terkait sang pebulu tangkis.
Melalui pernyataan dokter Pelatnas PBSI, dr. Retnoningtyas mengungkapkan bahwa Ester tengah dalam kondisi tak baik-baik saja. Pelapis Gregoria Mariska itu cedera parah sehingga harus absen lama.
"Ester mengalami retak di pangkal tulang kering sebelah kanan pada saat menjalani latihan," kata dr. Retnoningtyas dalam keterangan resmi PP PBSI, Jumat (12/9).
Disebutkan Retnoningtyas, Ester butuh waktu selama 3-6 bulan untuk pemulihan. Kemungkinan sang pebulu tangkis baru akan comeback pada bulan kedua tahun depan.
"Perlu waktu recovery sekitar kurang lebih 3-6 bulan tergantung dari cepat lambatnya hasil setiap evaluasi. Paling lambat Ester akan siap bertanding pada Februari 2026," terangnya.
"Evaluasi awal sudah dilakukan dengan MRI dan hasilnya sudah muncul callus (tulang baru) dan perkembangannya positif sesuai dengan target yang diharapkan," tambah dr. Retnoningtyas.
Lantas bagaimana kondisi Ester dan penanganan yang dilakukan oleh tim dokter PBSI? dr. Retnoningtyas menyebut murid Imam Tohari itu sedang menjalani fisioterapi.
"Saat ini rutin dilakukan fisioterapi dan penguatan setiap hari, kemudian akan dievaluasi setiap enam minggu," pungkasnya.
Kondisi ini membuat skuad tunggal putri utama Pelatnas PBSI kini sangat tipis.
Hanya Gregoria Mariska Tunjung, Putri Kusuma Wardani, dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi saja yang tersisa. Sebab Komang Ayu Cahya Dewi juga baru saja mundur dari Cipayung.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
