Peserta mengikuti babak penyaringan saat audisi umum beasiswa bulu tangkis PB Djarum di GOR Djarum, Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (8/9/2025). Audisi Umum PB Djarum 2025 dengan tiga kategori usia U-11 (kelahiran 2015-2017), KU-11 (kelahiran 201
JawaPos.com - Audisi Umum PB Djarum 2025 hampir bersamaan dengan perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang jatuh pada 9 September. Spirit yang diusung juga sama. Yakni, mengembalikan kejayaaan olahraga nasional di pentas global.
Terutama bulu tangkis. Nah, Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PB Djarum, sejak Senin (8/9) lalu sudah menggelar Audisi Umum PB Djarum 2025. Agenda rutin tahunan itu merupakan salah satu upaya menjaga dan melanjutkan tongkat estafet kejayaan bulutangkis Indonesia.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin mengatakan bertepatan dengan momentum Hari Olahraga Nasional pada 9 September, pihaknya meyakini bahwa kejayaan olahraga bisa mempersatukan bangsa.
Dia melanjutkan, Audisi Umum merupakan pilar utama dari komitmen jangka panjang PB Djarum guna memastikan regenerasi atlet bulutangkis Indonesia terus berlangsung secara berkesinambungan.
Menurutnya, investasi pada talenta muda adalah kunci melanjutkan dominasi Indonesia di panggung dunia. "Atlet-atlet muda adalah denyut nadi bagi masa depan bulutangkis kita. Di PB Djarum, kami melakukannya dengan menyelenggarakan Audisi Umum," tuturnya.
Baca Juga: Bandung Membara! Jelang Duel Panas Persib vs Persebaya Surabaya, Ribuan Polisi Amankan Stadion GBLA
Dua Inovasi Audisi
Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2025, Sigit Budiarto menuturkan, terdapat dua elemen inovasi yang dilakukan pada Audisi Umum tahun lalu yang kembali diterapkan di tahun ini. Yakni kelompok usia dan tahap screening. Dia menilai bahwa terobosan tersebut masih relevan untuk para peserta mengerahkan seluruh kemampuan sepanjang rangkaian seleksi bergulir, karena bertemu dengan lawan sepadan berdasarkan usia.
Selain itu, sistem ini memungkinkan Tim Pencari Bakat yang terdiri dari para legenda bulutangkis Indonesia untuk menyeleksi lebih seksama sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
"Fokus pada kelompok usia yang lebih muda, yaitu U-11 hingga KU 12 adalah langkah strategis. Pada usia ini, bakat alami dan potensi seorang atlet terlihat paling murni. Kami mencari 'berlian mentah' yang bisa kami poles," ujar Sigit
Baca Juga: Messi, Benzema, sampai Beckham Ramaikan Audisi Umum PB Djarum di Kudus, Tak Kapok dan Siap Coba Lagi
Sektor Putri Butuh Speed dan Power
Sementara itu, Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putra sekaligus Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi berpendapat, bahwa persaingan di sektor putra kini semakin menuntut kesempurnaan fisik dan kecepatan. Oleh karena itu, timnya mencari calon atlet yang tidak hanya memiliki teknik dasar yang baik, tetapi juga postur tubuh dan fondasi fisik yang mumpuni. "Tugas kami bukan hanya melihat siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana mereka bermain," katanya.
Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putri, Yuni Kartika sependapat dengan Fung. Menurutnya, kriteria utama yang dibidik untuk sektor putri adalah postur tubuh yang ideal.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
