Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 September 2025 | 03.53 WIB

Hari Olahraga Nasional Jadi Momentum Kebangkitan Bulu Tangkis, Audisi Umum Jadi Sarana Regenerasi

Peserta mengikuti babak penyaringan saat audisi umum beasiswa bulu tangkis PB Djarum di GOR Djarum, Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (8/9/2025). Audisi Umum PB Djarum 2025 dengan tiga kategori usia U-11 (kelahiran 2015-2017), KU-11 (kelahiran 201

JawaPos.com - Audisi Umum PB Djarum 2025 hampir bersamaan dengan perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang jatuh pada 9 September. Spirit yang diusung juga sama.  Yakni, mengembalikan kejayaaan olahraga nasional di pentas global. 

Terutama bulu tangkis. Nah, Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PB Djarum, sejak Senin (8/9) lalu sudah menggelar Audisi Umum PB Djarum 2025. Agenda rutin tahunan itu merupakan salah satu upaya menjaga dan melanjutkan tongkat estafet kejayaan bulutangkis Indonesia.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin mengatakan bertepatan dengan momentum Hari Olahraga Nasional pada 9 September, pihaknya meyakini bahwa kejayaan olahraga bisa mempersatukan bangsa.

Dia melanjutkan, Audisi Umum merupakan pilar utama dari komitmen jangka panjang PB Djarum guna memastikan regenerasi atlet bulutangkis Indonesia terus berlangsung secara berkesinambungan.

Menurutnya, investasi pada talenta muda adalah kunci melanjutkan dominasi Indonesia di panggung dunia. "Atlet-atlet muda adalah denyut nadi bagi masa depan bulutangkis kita. Di PB Djarum, kami melakukannya dengan menyelenggarakan Audisi Umum," tuturnya. 

Dua Inovasi Audisi

Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2025, Sigit Budiarto menuturkan, terdapat dua elemen inovasi yang dilakukan pada Audisi Umum tahun lalu yang kembali diterapkan di tahun ini. Yakni kelompok usia dan tahap screening. Dia menilai bahwa terobosan tersebut masih relevan untuk para peserta mengerahkan seluruh kemampuan sepanjang rangkaian seleksi bergulir, karena bertemu dengan lawan sepadan berdasarkan usia.

Selain itu, sistem ini memungkinkan Tim Pencari Bakat yang terdiri dari para legenda bulutangkis Indonesia untuk menyeleksi lebih seksama sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

"Fokus pada kelompok usia yang lebih muda, yaitu U-11 hingga KU 12 adalah langkah strategis. Pada usia ini, bakat alami dan potensi seorang atlet terlihat paling murni. Kami mencari 'berlian mentah' yang bisa kami poles," ujar Sigit

Sektor Putri Butuh Speed dan Power

Sementara itu, Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putra sekaligus Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi berpendapat, bahwa persaingan di sektor putra kini semakin menuntut kesempurnaan fisik dan kecepatan. Oleh karena itu, timnya mencari calon atlet yang tidak hanya memiliki teknik dasar yang baik, tetapi juga postur tubuh dan fondasi fisik yang mumpuni. "Tugas kami bukan hanya melihat siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana mereka bermain," katanya.

Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putri, Yuni Kartika sependapat dengan Fung.  Menurutnya, kriteria utama yang dibidik untuk sektor putri adalah postur tubuh yang ideal. 

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore