
Charles Leclerc di GP Italia (IG: @scuderiaferrari)
JawaPos.com – Penampilan Ferrari di musim balap Formula 1 tahun 2025 memang tidak bisa dibilang apik. Tim kuda jingkrak masih belum memenangi balapan, dan terpaut lebih dari 300 poin dari McLaren di klasemen konstruktor musim ini.
Hasil kurang memuaskan kembali diraih Charles Leclerc dan Lewis Hamilton pada GP Italia yang berlangsung pada Minggu (7/9). Leclerc hanya mampu finis di posisi keempat, sementara Hamilton mengakhiri balapan di posisi keenam.
Meskipun kembali gagal menggapai podium tertinggi, namun Leclerc masih optimis jika timnya masih memiliki peluang buat memenangi balapan tahun ini. Melansir situs Motorsport, Leclerc percaya diri jika timnya bisa memenangi balapan di tiga sirkuit ini.
Pertama, Leclerc mengaku percaya diri timnya bisa berbuat banyak pada GP Azerbaijan. Pembalap asal Monako ini menyukai sirkuit Baku yang memberinya banyak kenanangan manis, dan ia merasa jika sirkuit tersebut memiliki karakteristik yang mudah untuk menyalip pembalap lain.
“Baku adalah sirkuit yang saya sangat suka, dan saya sering dapat hasil bagus di sana pada balapan-balapan sebelumnya. Selain itu, Baku juga merupakan sirkuit yang mudah untuk menyalip pembalap lain. Jika kamu merasa mobilmu tidak memiliki kecepatan di sana, kamu akan dengan mudah merasakannya,” ungkap Leclerc dalam sesi wawancara pasca GP Italia yang dilansir dari Motorsport.
Kemudian, Leclerc juga mengatakan jika GP Singapura dan Las Vegas menjadi balapan di mana ia merasa percaya diri bisa meraih kemenangan. Meskipun begitu, ia tetap merasa jika balapan di ketiga sirkuit tersebut tetap akan berjalan dengan sulit bagi timnya, lantaran ia merasa Ferrari masih menjadi tim favorit ketiga.
“Selain Baku, kami juga masih memiliki GP Singapura di mana kualifikasi adalah kunci buat memenangi balapan di sana. Jadi, saya pikir kami masih memiliki peluang di Baku, Singapura, dan Las Vegas, namun bukan berarti kami akan langsung jadi favorit kuat memenangi balapan. Saya pikir kami akan ke sana sebagai tim terbaik ketiga setelah McLaren dan Red Bull, jadi balapannya tetap akan tetap berjalan dengan sulit bagi kami,” tutup Leclerc.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
