Apriyani Rahayu/Siti Fadia berhasil melaju ke babak 16 besar di All England 2025. (@badminton.ina)
JawaPos.com - Pelatih ganda putri utama Pelatnas PBSI, Karel Mainaky, akhirnya buka suara mengenai keputusannya mengembalikan duet Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Dia menilai pasangan tersebut cocok meski pernah berpasangan lalu dipisah.
Apriyani/Fadia telah ditetapkan sebagai pasangan baru sejak beberapa waktu lalu. Mereka jadi satu dari empat duet ganda putri racikan pelatih Karel Mainaky untuk sisa turnamen pada 2025.
Selain Apriyani/Fadia, Karel Mainaky juga memasangkan Amallia Cahaya Pratiwi/Lanny Tria Mayasari, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
Penetapan PriFad - akronim Apriyani/Fadia - cukup menimbulkan tanda tanya besar. Sebab, mereka pernah bersama dan telah dipisahkan pasca gagal di Olimpiade Paris 2024.
Karel Mainaky sebagai pelatih kepala pun angkat bicara. Dia mengatakan bahwa Apriyani/Fadia dipasangkan lagi karena secara kemampuan individu, hanya mereka yang selevel.
"Kan saya lihat dari awal itu, dari saya datang itu, selama empat bulan ini saya lihat di turnamen-turnamen saya lihat perorangan ya, ini kayaknya sama ini, ini sama ini cocok," kata Karel di Pelatnas PBSI Cipayung, Rabu (3/9).
"Dan, memang istilahnya yang bisa mengimbangi mereka berdua punya ini (kemampuan) ya mereka berdua sih. cuma kan memang saya tau mereka ada pernah (berpasangan)," tambahnya.
Menurut Karel, kemampuan individu para pemain lain masih di bawah Apriyani/Fadia. Karena itu, dirinya memasangkan kembali pemilik perak Kejuaraan Dunia 2023 sembari mengembangkan pasangan lain agar bisa ada di level elite lagi.
"Karena kan yang lain masih muda juga, jadi istilahnya masih butuh mengejar mereka punya ini (kemampuan) masing-masing. Jadi, saya pikir ya sudah mereka berdua kita partnerkan lagi," tuturnya.
"Yang ini (pemain lain) kita cari partner yang bisa mengimbangi mereka. Kita bikin persaingan, jadi mereka harus mengejar ini (kemampuan Apri/Fadia), kita bikin persaingan biar kita juga sama-sama," terang dia menambahkan.
Apriyani/Fadia dipasangkan pertama kali pada SEA Games 2023 di Phnom Penh, Kamboja. Saat itu, mereka langsung menggebrak dengan meraih medali emas.
Setelah itu, Apriyani/Fadia jadi tulang punggung ganda putri Indonesia dengan pernah menduduki peringkat 4 dunia BWF pada 18 April 2023. Namun, performa mereka kian menurun hingga puncaknya gagal total di Olimpiade Paris 2024.
Ketika ditanya apakah keputusan mengembalikan Apriyani dengan Fadia karena berharap mereka seperti pasangan-pasangan negara lain, yang semakin gacor setelah rujuk, Karel mengatakan tak terbesit mengenai itu di pikirannya.
Keputusan Karel murni berdasarkan pemantauan dirinya dalam melihat dan menentukan pemain-pemain mana yang cocok untuk dipasangkan.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
