
Warga berolahraga Padel di Jakarta, Minggu (13/07/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Olahraga padel semakin populer di Indonesia, terutama di kalangan masyarakat perkotaan yang mencari alternatif olahraga rekreasi selain tenis dan badminton.
Popularitasnya tampak dari Gofood Sirkuit Nasional Padel 2025 Seri Surabaya yang digelar di Graha Padel Club, Dukuh Pakis, pada 29–31 Agustus 2025. Turnamen ini menjadi bagian dari rangkaian kompetisi nasional yang mendorong tumbuhnya komunitas padel di berbagai kota.
Apa itu Padel?
Padel sekilas mirip dengan tenis, tetapi dimainkan di lapangan lebih kecil yang dikelilingi dinding kaca. Permainannya menggunakan raket solid tanpa senar dan bola mirip bola tenis.
Uniknya, bola yang memantul ke dinding masih dianggap "in play", sehingga permainan berlangsung lebih cepat, atraktif, dan mudah dipelajari. Format pertandingan biasanya ganda (2 lawan 2), membuat padel menjadi olahraga yang menekankan aspek kebersamaan dan strategi tim.
Berbeda dengan tenis yang kerap dianggap teknis dan menantang bagi pemula, padel digadang-gadang lebih inklusif. Banyak pemain baru bisa cepat beradaptasi meski belum pernah memegang raket sebelumnya.
Faktor inilah yang membuat padel berkembang pesat di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan kini Surabaya. Sebagai kota besar dengan gaya hidup urban yang dinamis, Surabaya kini menjelma sebagai salah satu pusat pertumbuhan padel di luar Jakarta.
Kehadiran turnamen nasional ini tidak hanya menegaskan posisi Surabaya sebagai kota olahraga, tetapi juga membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal dan mencoba padel secara langsung.
Salah satu perusahaan yang ikut mendukung penyelenggaraan ajang ini adalah PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX). Melalui anak usahanya, MPM Honda Jatim, mereka menghadirkan booth interaktif bagi pengunjung.
Dukungan ini dimaknai sebagai bentuk keterlibatan dengan komunitas lokal serta dorongan terhadap gaya hidup aktif dan sehat yang tengah berkembang di kalangan masyarakat.
"Padel bukan hanya tren baru, tetapi sudah menjadi bagian dari perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan. Dukungan kami di Surabaya adalah upaya untuk dekat dengan komunitas dan membangun semangat kebersamaan lewat olahraga," kata Beatrice Kartika, Group CFO MPMX yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi berskala nasional tersebut.
Selain dari sisi turnamen, tren padel juga membuka peluang baru dalam ekosistem olahraga dan gaya hidup. Dari perlengkapan, fasilitas, hingga kebutuhan perlindungan keselamatan, industri pendukung pun ikut berkembang.
Sejumlah penyedia layanan bahkan mulai menghadirkan asuransi khusus aktivitas olah raga, proteksi fasilitas, hingga jaminan untuk pemain rekreasi. Dengan tren yang terus tumbuh, padel diperkirakan akan menjadi salah satu olah raga paling digemari masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
