
Tour de France yang digelar di Prancis. Mulai tahun depan, penyelenggaraan akan dilakukan di Belanda dan Italia. (tour de france)
JawaPos.com - Etape 19 Tour de France kemarin (25/7), semula berjarak 130 km. Tapi, panitia memangkasnya menjadi hanya 95 km. Perubahan itu dilakukan untuk menghindari wabah penyakit dermatitis nodularis menular. Penyakit ini menyerang ternak sapi di kawasan Col des Saisies.
Artinya, panitia juga harus menghapus dua dari lima tanjakan yang direncanakan, yaitu Cote d'Hery-sur-Ugine dan Col des Saisies di Pegunungan Alpen.
“Mengingat penderitaan yang dialami peternak yang terdampak dan demi menjaga kelancaran balapan, telah diputuskan perubahan rute untuk menghindari pendakian ke Col des Saisies,” kata ASO, penyelenggara Tour de France dikutip dari BBC.
Etape 19 yang dilalui kemarin merupakan rute terakhir di pegunungan tinggi. Sampai etape 18, Kamis (24/7),rider asal Slovenia Tadej Pogacar masih memimpin klasifikasi umum dengan keunggulan 4 menit 26 detik atas Jonas Vingegaard.
Tour de France akan berakhir di Champs-Elysees, Paris, pada hari Minggu (27/7) esok waktu setempat.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
