
Balap sepeda Tour De France. (Istimewa)
JawaPos.com - Jasper Philipsen akhirnya mengakhiri penantian panjang di Tour de France 2026. Pembalap Alpecin-PremierTech asal Belgia itu sukses merebut kemenangan pada etape ke-17 setelah menjadi yang tercepat dalam sprint menuju garis finis di Voiron, Rabu (22/7).
Etape sejauh 174,7 kilometer yang dimulai dari Chambéry berlangsung menarik sejak awal. Jalur bergelombang dengan sejumlah tanjakan pendek memancing banyak pebalap melancarkan serangan. Meski begitu, persaingan menuju garis akhir tetap ditentukan melalui sprint massal.
Keberhasilan Philipsen tak lepas dari kerja sama apik timnya. Mathieu van der Poel tampil luar biasa sebagai pengantar sprint. Pebalap Belanda tersebut membuka jalan pada ratusan meter terakhir sebelum Philipsen melesat meninggalkan para pesaingnya.
Philipsen pun finis di posisi pertama, unggul atas Mauro Schmid dari Jayco AlUla yang menempati posisi kedua. Sementara Olav Kooij harus puas mengakhiri etape di peringkat ketiga.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Philipsen di Tour de France edisi 2026 sekaligus kemenangan ketujuh sepanjang kariernya di ajang balap sepeda paling bergengsi tersebut. Hasil itu juga memperpanjang dominasi pebalap Belgia setelah Remco Evenepoel memenangi dua etape sebelumnya.
Jalannya balapan diwarnai upaya pelarian besar sejak kilometer awal. Sekitar 40 pebalap sempat membentuk kelompok terdepan sebelum akhirnya mengerucut menjadi enam pembalap, termasuk Mads Pedersen, Ben Healy, Michal Kwiatkowski, Jasper Stuyven, Felix Engelhardt, dan Ed Planckaert.
Baca Juga:Baru 16 Tahun! Debut Dava Yunna di Tim Senior Persebaya Surabaya Jadi Awal Lahirnya Bintang Baru
Stuyven sempat mencoba mencuri kemenangan dengan melakukan serangan solo sekitar 20 kilometer menjelang finis. Namun usahanya gagal setelah kelompok pengejar berhasil menutup jarak kurang dari empat kilometer sebelum garis akhir.
Pada sprint penentuan, Alpecin-PremierTech tampil paling terorganisasi. Van der Poel menjaga posisi Philipsen hingga tikungan terakhir sehingga sang sprinter bisa mengeluarkan kecepatan maksimal untuk memastikan kemenangan.
Meski gagal naik podium, Mads Pedersen tetap membawa pulang tambahan poin penting setelah menjadi yang tercepat di sprint antara Colombe. Namun tenaga yang terkuras selama berada di kelompok pelarian membuatnya tak mampu bersaing saat sprint akhir.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022