
Borneo Hornbills keberatan dengan keputusan IBL yang mengubah hasil laga melawan Pacific Caesar Surabaya. (Dok: Borneo Hornbills)
JawaPos.com - Tim bola basket Borneo Hornbills mempertanyakan keputusan IBL yang mengubah hasil pertandingan mereka melawan Pacific Caesar Surabaya. Klub asal Kalimantan itu pun menyatakan keberatan dan menuntut keadilan kompetisi.
Polemik pertandingan IBL antara Pacific Caesar Surabaya vs Borneo Hornbills pada 11 April awalnya muncul setelah pertandingan berakhir 96-97 untuk tim tamu. Dua poin kemenangan Borneo dicetak oleh guard Steven Orlando.
Namun poin Steven Orlando itu menuai kontroversi karena poinnya dicetak setelah waktu habis. Pihak tuan rumah Pacific langsung mengajukan protes dan keberatan terhadap poin tersebut.
IBL kemudian melakukan investigasi dan menyatakan adanya kesalahan teknis pada shot clock. Operator kompetisi kemudian memutuskan untuk menganulir dua poin Steven Orlando dan Borneo Hornbills dinyatakan kalah 95-96 dari Pacific.
Dalam laman resminya IBL menjelaskan bahwa keputusan baru itu terjadi karena menindaklanjuti protes resmi yang dilayangkan Pacific Caesar Surabaya setelah laga selesai. Manajemen Borneo pun tidak menerimanya.
Borneo Hornbills mengaku tidak menerima pemberitahuan sebelum kabar tersebut dirilis pada situs resmi IBL. Manajemen tim menilai proses pengambilan keputusan tidak transparan dan bertentangan dengan regulasi.
"Bagaimana mungkin hasil pertandingan bisa berubah setelah beberapa hari, tanpa ada surat resmi atau komunikasi terlebih dahulu kepada kami? Ini bukan sekadar soal hasil pertandingan, tapi soal kredibilitas kompetisi," tulis pernyataan resmi Manajemen Borneo Hornbills, Kamis (17/4).
Manajemen Borneo Hornbills menyatakan bahwa insiden tersebut seharusnya tidak cukup untuk membatalkan keputusan wasit yang telah memanfaatkan Instant Replay System (IRS) dan menyatakan tembakan terakhir sah.
Secara regulasi, mereka merujuk pada Pasal C.4 FIBA yang menyatakan keputusan atas pertandingan harus diambil maksimal 24 jam setelah laga. Di sisi lain, regulasi IBL Pasal 16 menyebutkan bahwa keputusan wasit bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat lewat protes.
Selain itu, manajemen tim yang dulunya bernama Bumi Borneo Basketball itu juga menjelaskan bahwa kesalahan teknis di kandang Pacific bukan hal baru. Mereka menyebut human error serupa pernah terjadi sebelumnya dan tidak pernah berdampak hingga sejauh ini.
“Keputusan ini mencederai sportivitas, merugikan tim kami, dan menjadi preseden buruk untuk dunia basket Indonesia," tegas manajemen Borneo Hornbills.
"Kami akan menempuh langkah lanjutan melalui jalur yang tersedia, baik di internal liga maupun ke level yang lebih tinggi di bawah naungan federasi, agar hal seperti ini tidak kembali terjadi,” tambahnya.
Borneo Hornbills juga menilai bahwa pengubahan hasil pertandingan pascapertandingan selesai menciptakan ketidakpastian baru dalam sistem kompetisi. Mereka khawatir jika keputusan ini dibiarkan, maka klub manapun bisa mengajukan protes terhadap hasil pertandingan, bahkan setelah keputusan akhir telah dibuat dan disahkan oleh wasit dengan bantuan teknologi.
Di sisi lain, keputusan ini dianggap oleh Borneo Hornbills juga dapat melemahkan posisi wasit dan perangkat pertandingan di lapangan. "Jika keputusan mereka dapat dibatalkan begitu saja beberapa hari setelah laga, maka independensi dan kredibilitas ofisial pertandingan pun dipertaruhkan," ungkapnya.
Lebih lanjut, manajemen Borneo Hornbills mengajak seluruh pihak dalam ekosistem bola basket Indonesia untuk melihat persoalan ini secara lebih luas. Menurut mereka, perjuangan kali ini bukan hanya demi keadilan satu pertandingan, tapi demi menjaga masa depan kompetisi yang adil, sehat, dan profesional.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
