
Indra Wijaya kini menjadi pelatih tunggal putra utama Pelatnas PBSI, menggantikan Mulyo Handoyo. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Indra Wijaya ditunjuk oleh PP PBSI untuk menggantikan posisi Mulyo Handoyo sebagai pelatih tunggal putra utama Pelatnas PBSI. Pelatih berusia 51 tahun itu mengaku tertantang membantu Jonatan Christie dan lainnya konsisten di level atas.
Indra Wijaya diumumkan sebagai pelatih tunggal putra utama Pelatnas PBSI pada pekan lalu. Dia menggantikan Mulyo Handoyo, yang kini tak lagi rangkap dan fokus menjadi koordinator pelatih karena alasan kesehatan.
Mantan pelatih tunggal putri utama Pelatnas itu mengakui jabatan baru itu diterimanya secara mendadak. Indra baru dikasih tahu saat libur Lebaran 2025 dan pekan ini jadi minggu pertamanya menangani tunggal putra utama.
'Iya kan dari minggu lalu, mulai ada pergeseran. Saya dipercaya untuk menggantikan Pak Mulyo di tunggal putra utama," kata Indra ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Rabu (16/4)
"Jadi saya juga baru tahu pas liburan lebaran kemarin. Yang terlintas di pikiran saya ya tantangan, ya semangat," tambahnya.
Tantangan yang dimaksud Indra adalah karena dia sebelumnya merupakan pelatih kepala tunggal putra pratama. Tapi kini dia menjadi pelatih untuk tim utama, yang merupakan andalan-andalan Indonesia. Mulai dari Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Chico Aura Dwi Wardoyo, Alwi Farhan, hingga Moh Zaki Ubaidillah.
Selain itu, tunggal putra utama Pelatnas sekarang juga sedang dalam tren kurang meyakinkan. Jonatan masih belum menemui kata konsisten, Ginting diterpa cedera, Chico tak kunjung bangkit, serta Alwi dan Ubed -sapaan Zaki Ubaidillah- baru merangkak ke level atas.
Indra Wijaya pun semangat untuk melanjutkan tongkat estafet yang diberikan Mulyo Handoyo. "Ya sekarang saya punya kerja lah untuk itu, perlu proses lah. Kita harus mau nggak mau sabar dalam arti kita juga berproses, gitu ya karena nggak bisa juga apapun juga dalam olahraga tuh instan tuh udah nggak mungkin aja," katanya.
Eks pelatih Gregoria Mariska Tunjung itu tak menampik akan ada perbedaan dalam melatih, ketimbang Mulyo. Namun tak signifikan dan menilai hal itu sebagai sesuatu yang normal.
"Ya hampir sama lah kita juga sama tujuan pelatihan yang sama mungkin ada sedikit-sedikit perbedaan itu pasti karena apapun juga setiap pelatih punya style-nya masing-masing gitu ya. Semuanya pastinya untuk kebaikan anak-anak," terang Indra.
Menurut Indra Wijaya, dia punya cara dan gaya sendiri dalam melatih. Termasuk dalam hal melakukan pendekatan kepada atlet yang akan ditangani nantinya.
"Kalau saya sendiri, mungkin dia punya cara sendiri, ya pendekatan-pendekatan anak-anak komunikasi kita lebih dekatlah gitu ya, macem macem lah. Sebisa mungkin kita lebih deket lah," jelasnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
