
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan menghadapi pebulu tangkis tunggal putra India H.S. Prannoy dalam babak 32 besar Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (3/5/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indra Wijaya jadi sosok kunci di balik keberhasilan tunggal putra menciptakan All Indonesian Final di SEA Games 2025. Rasa bahagia dan bangga pun diluapkan oleh sang pelatih karena sukses mempertemukan Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah.
Alwi dan Zaki Ubaidillah berhasil melangkah ke final usai kompak mengalahkan wakil Malaysia dalam laga semifinal di Thammasat University Rangsit Campus, Pathum Thani, Bangkok, Thailand, Sabtu (13/12).
Alwi lebih dulu lolos ke final setelah melewati pertarungan super sengit saat meladeni tunggal putra kedua Malaysia, Justin Hoh. Pebulu tangkis binaan PB Exist Jakarta itu harus memainkan duel rubber game dengan skor ketat, 21-10, 15-21, 21-14.
Sementara Ubed, sapaan akrab Zaki Ubaidillah, mampu mengikuti jejak Alwi tak lama setelahnya. Dia mengamankan tiket final SEA Games 2025 berkat keberhasilannya mengalahkan Leong Jun Hao yang merupakan unggulan keempat asal Malaysia, lewat pertarungan tiga gim. Dia menang 21-18, 21-13.
Ini jadi kali kedua secara beruntun tunggal putra Merah Putih berhasil menciptakan All Indonesian Final di SEA Games, setelah sebelumnya pada edisi 2023 di Kamboja yang mempertemukan Christian Adinata dan Chico Aura Dwi Wardoyo.
Kesuksesan Alwi dan Ubed ke final ini tak lepas dari sentuhan sang pelatih Indra Wijaya. Dia lah sosok yang selalu mendampingi keduanya sejak ditunjuk sebagai pelatih tunggal putra utama Pelatnas PBSI pada April lalu.
"Membawa tunggal putra Indonesia meraih All Indonesian Final di SEA Games, perasaan saya pastinya bangga," kata Indra usai meloloskan Alwi dan Ubed ke final.
Sejak awal, kata Indra, dirinya tak pernah menutup kemungkinan anak didiknya tak akan bisa buat kejutan di SEA Games 2025. Sebab, dia dari awal sudah berpesan kepada Alwi dan Ubed untuk membuktikan diri.
Ternyata, kedua tunggal putra masa depan Indonesia itu melakukannya dengan baik. Indra Wijaya pun senang bukan main kedua anak asuhnya menciptakan All Indonesian Final di Thailand.
"Alwi dan Ubed bisa main begitu bagus sampai sejauh ini mereka bisa sampai final. Pastinya satu kebanggaan untuk saya dan kebanggaan untuk anak-anak," katanya.
"Sebelum berangkat saya hanya berpesan, ini saatnya pembuktian. Kembali lagi seperti yang beberapa awal-awal di Piala Sudirman kemarin itu. Buktikan saja sampai sejauh mana kalian latihan ini," tambah Indra.
Bahkan, Indra sudah merasa aura positif saat tim tiba di Thailand dan bertanding di kategori beregu. Namun tetap dia tak menduga kalau keduanya bisa kompak maju ke final.
Terutama Ubed, yang sebenarnya secara bagan cukup sulit untuk ke final. Sebab dia harus bentrok dengan unggulan pertama asal Singapura sekaligus mantan juara dunia Loh Kean Yew.
"Tidak menyangka bisa All Indonesian Final terutama bila melihat posisinya Ubed. Kita tahu bagaimana kualitas Loh Kean Yew tapi saat melihat permainan Ubed saat itu, keyakinan saya perlahan muncul," terang Indra.
"Sementata Alwi memang punya energi yang besar bahkan kebanyakan ini (sambil tertawa) tapi saya komunikasi dengan Alwi, bagaimana cara mengaturnya. Makin ke sini terlihat perkembangannya, makin baik, makin terkontrol dan itu membuat dia semakin positif," jelas dia menambahkan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
