Nikolaus Joaquin dan Raymond Indra. (Dok. Badmintontalk)
JawaPos.com - Ganda putra pratama Raymond Indra/Nikolaus Joaquin sukses memenangi Singapore International Challenge (18-23 Februari) dan Sri Lanka International Challenge (24-29 Februari). Mereka jadi angin segar dalam regenerasi sektor ganda putra utama.
Joaquin hanya bisa geleng-geleng kepala serasa masih tidak percaya ketika ditanya pencapaiannya bersama Raymond di Singapura dan Sri Lanka bulan lalu. Sebab, mereka termasuk pasangan baru. ”Enggak nyangka saja sih bisa (juara) back-to back. Apalagi, di Singapura itu pertandingan pertama kami sebagai pasangan baru,” ungkapnya saat diwawancarai di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.
Selain itu, sehari jelang pertandingan, Joaquin sempat sakit. ”Saya bilang sama Koh Raymond: ’Badan saya sakit nih, gimana?’. Ya sudah gapapa, main dulu aja,” kata Joaquin menirukan ucapan Raymond.
Seiring pasangan baru, pelatih mereka, Chafidz Yusuf, juga tidak menargetkan untuk menang. Hanya diminta untuk bermain bagus. ”Ya sudah, kami lakukan. Main bagus, main bagus eh keterusan sampai juara,” ucapnya lantas tertawa.
Selanjutnya, di Sri Lanka, misi mereka masih sama. Pelatih tidak minta menang atau kalah, tetapi main bagus. ”Yang penting fighting spirit-nya harus dilatih dulu,” tutur Joaquin.
Yang berbeda di Sri Lanka, mereka bermain rangkap di ganda campuran. Joaquin berduet dengan Siti Sarah Azzahra dan Raymond berpartner dengan Rinjani Kwinara Nastine. Keduanya sukses sampai ke semifinal. ”Itu juga saya lebih enggak nyangka lagi. Soalnya iseng-iseng, tapi malah masuk semifinal,” katanya.
Joaquin menyebut, dalam latihan dirinya sudah sering berganti partner dengan pemain lain. Hal itu jadi alasan dirinya selalu siap dipasangkan dengan rekan baru. ”Pasangan pasti diputar-putar dengan siapa saja. Jadi, kami sudah tahu mainnya gimana dan dicocok-cocokin saja,” bebernya.
Raymond setali tiga uang. Dalam latihan, setiap pemain dites 3-4 kali dengan teman main berbeda. Hal itu membuat dirinya tidak terlalu susah saat harus beradaptasi dalam pertandingan.
Munculnya duet Raymond/Joaquin seperti penyegaran. Sebab, gap dengan ganda utama terbilang cukup jauh. Raymond pun berharap segera menyusul seniornya berlaga di level elite BWF. Seperti Kejuaraan Dunia, All England, hingga Olimpiade. ”Tapi, kan ada tahap-tahapnya,” kata Raymond.
Menjalani tahapan itulah yang kini coba dinikmati keduanya dan berlatih maksimal. Supaya jika ada kesempatan, mereka bisa memberikan hasil terbaik. ”Mumpung masih di pelatnas. Kalau tidak di pelatnas mungkin beda lagi,” imbuh Raymond.
Joaquin tak menampik ada beban untuk bisa mengejar pemain utama. Apalagi, setelah sukses juara beruntun, mereka harus bisa membuktikan lebih dengan tampil konsisten. ”Itu sih yang susah. Itu menjadi tantangan juga bagi kami,” katanya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
