Dejan/Fadia berhasil membuka duel Indonesia vs Taiwan pada perempat final BAMTC 2025 dengan kemenangan atas ganda campuran nomor tujuh dunia. (Dok: PBSI)
JawaPos.com - Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil membawa tim Indonesia unggul 1-0 atas Taiwan dalam pertandingan perempat final Badminton Asia Mixed Team Championships (BAMTC) 2025.
Dejan/Fadia yang berlaga di partai pembuka, mendapatkan tantangan super berat. Mereka yang baru dipasangkan pada tahun ini, harus berhadapan dengan Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang, duet ganda campuran andalan Taiwan.
Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang bukan pasangan sekadar andalan Taiwan. Mereka termasuk duet elite papan atas dunia yang peringkatnya saat ini adalah nomor tujuh dunia dalam ranking BWF sektor ganda campuran.
Peringkat Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang bertolak belakang dengan Dejan/Fadia yang berada di urutan ke-126. Maklum, Dejan/Fadia adalah pasangan baru yang memulai perjalanan dari 0.
Namun, Dejan/Fadia membuktikan bahwa peringkat bukan segalanya. Mereka berhasil mengalahkan jagoan Taiwan itu lewat pertarungan rubber game 16-21, 21-16, 21-19, berdurasi 58 menit.
"Alhamdulillah bisa kembali menyumbang angka untuk tim Indonesia," kata Dejan setelah pertandingan, dalam keterangan resmi PBSI.
Diakui Dejan/Fadia, kemenangannya tak mudah. Itu terbukti saat mereka kehilangan gim yang pertama. Namun, duet jebolan PB Djarum Kudus itu langsung merespons cepat dengan strategi baru. Hasilnya, kemenangan berhasil diraih.
"Di gim pertama kami sebenarnya sudah menyiapkan, kami belajar dari sebelumnya kami selalu kalah start di awal. Tapi hari ini juga masih harus dikomunikasikan lagi dengan Fadia bagaimana mengatasinya," terang Dejan.
"Di gim kedua kami sudah tahu cara bermain mereka, akhirnya kami bermain lebih sabar dan tenang. Di gim ketiga mereka lebih nekat, lebih memaksakan pola mereka. Beruntung kami juga sudah siap dan tidak terbawa ritme," tambah Dejan.
Fadia juga mengutarakan hal serupa. Dia sepakat dengan Dejan bahwa mereka harus bermain lebih sabar dulu dan siap meladeni permainan lawan. Upayanya pun membuahkan hasil. "Sebenarnya kami maunya menyerang duluan tapi memang Yang Po-Hsuan sangat rapat," ucapnya.
"Dia bermain ganda putra juga jadi cover depan belakang dan kecepatannya oke. Mau tidak mau kami bermain defense dulu baru balik menyerang dan ternyata berhasil," imbuh Siti Fadia.
Lebih lanjut, Dejan/Fadia mengungkapkan bahwa kunci lain dari keberhasilannya adalah mengatasi ketegangan dan beban yang ada. Mereka mengakui ada rasa itu karena tampil pada partai pembuka.
"Tegang dan beban pasti ada karena kalau main beregu, poin pertama itu bisa menentukan untuk tim tapi kami mencoba melupakan hal itu," jelas Dejan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
